Kembali

Pujilah Tuhan, Hai Jiwaku

MazmurSyukur dan Pujian

Ayat Firman

Mazmur 103:1-5

Pujilah TUHAN, hai jiwaku! Pujilah nama-Nya yang kudus, hai segenap batinku! Pujilah TUHAN, hai jiwaku, dan janganlah lupa akan segala kebaikan-Nya! Dialah yang mengampuni segala kesalahanmu, yang menyembuhkan segala penyakitmu, Dialah yang menebus hidupmu dari lobang kubur, yang memahkotai engkau dengan kasih setia dan rahmat, Dialah yang memuaskan hasratmu dengan kebaikan, sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada rajawali.

Konteks

Mazmur 103 adalah himne agung tentang kasih setia Tuhan. Daud memulai dengan mengundang dirinya sendiri—dan kemudian kita semua—untuk tidak melupakan segala kebaikan Tuhan. Mazmur ini luar biasa karena dimulai sebagai monolog Daud kepada dirinya sendiri: ia memerintahkan jiwanya untuk memuji, seolah ia tahu bahwa jiwa yang lelah tidak secara otomatis akan memuji. Ini adalah bentuk disiplin rohani yang mendalam—memimpin emosi dan perasaan dengan keputusan kehendak yang berakar pada pengetahuan akan karakter Allah.

Renungan

Ada sesuatu yang sangat manusiawi dalam cara Daud memulai mazmur ini: ia harus memerintahkan dirinya untuk memuji. "Pujilah TUHAN, hai jiwaku!" Ini bukan karena Daud tidak sungguh-sungguh—justru sebaliknya. Ini adalah tanda kedewasaan rohani: ia tahu bahwa perasaan tidak selalu mengikuti kebenaran, dan bahwa kadang kita perlu memimpin jiwa kita kepada kebenaran, bukan menunggu jiwa kita merasa ingin ke sana. Spiritualitas yang matang bukan spiritualitas yang selalu "merasa" dekat dengan Tuhan, tetapi yang memilih untuk datang kepada Tuhan bahkan ketika perasaan itu tidak ada.

Perhatikan urutan kebaikan yang Daud sebutkan. Pertama dan paling utama: "yang mengampuni segala kesalahanmu." Sebelum kesembuhan fisik, sebelum pemulihan materi, sebelum apapun, manusia butuh diampuni. Bahwa Daud menyebut ini pertama menunjukkan bahwa ia mengerti hierarki kebutuhan yang sesungguhnya. Semua berkat lain mengalir dari fondasi ini: hubungan yang telah dipulihkan dengan Allah melalui pengampunan adalah dasar dari segala kebaikan lain yang mengikutinya. Ini adalah urutan yang sangat penting bagi keluarga Kristen untuk pahami dan syukuri.

"Sehingga masa mudamu menjadi baru seperti pada rajawali"—gambaran pembaruan yang dahsyat. Allah bukan hanya Tuhan yang memelihara status quo; Ia adalah Allah yang terus-menerus melakukan pembaruan dalam kehidupan umat-Nya. Ada kondisi-kondisi kehidupan yang membuat kita merasa "aus"—pekerjaan yang melelahkan, relasi yang menguras, pergumulan yang panjang. Namun janji Mazmur 103 adalah bahwa Allah sanggup membarui kita, memberikan kita kekuatan baru, membuat kita "terbang seperti rajawali" lagi.

Kebiasaan syukur yang spesifik—mengingat dan menyebut kebaikan Tuhan secara konkret—adalah salah satu disiplin rohani paling kuat yang bisa dipraktikkan sebuah keluarga. Bukan syukur yang generik ("Terima kasih Tuhan atas berkat-Mu"), tetapi syukur yang personal ("Terima kasih Tuhan karena Engkau memelihara pernikahan kami melalui masa krisis tahun lalu; karena Engkau menyembuhkan penyakit anak kami; karena Engkau membuka jalan yang tidak kami lihat sebelumnya"). Syukur yang spesifik membangun iman yang kuat, karena setiap cerita kebaikan Tuhan yang kita ingat adalah fondasi kepercayaan kita untuk menghadapi masa depan.

Pokok Doa

  1. 1Ambil waktu khusus sekarang untuk menyebut 5 kebaikan Tuhan yang nyata dan spesifik dalam hidup keluarga.
  2. 2Bersyukur atas pengampunan dosa melalui Yesus Kristus—yang menjadi dasar dari semua berkat lainnya.
  3. 3Memohon agar roh syukur dan pujian menjadi budaya dalam keluarga, bukan hanya dalam saat doa tetapi dalam percakapan sehari-hari.
  4. 4Mendoakan agar keluarga semakin mengenal kebaikan dan kasih setia Tuhan yang baru setiap pagi.

Bahan Renungan

Setiap orang sebut satu hal yang paling disyukuri dari Tuhan dalam sebulan terakhir ini. Kemudian berdoa bersama untuk mengucap syukur atas hal-hal itu dengan cara yang spesifik.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda