Kembali

Perbuatan-Nya yang Agung

MazmurPujian dan Kekaguman kepada Allah

Ayat Firman

Mazmur 111:1-10

Haleluya! Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati, dalam lingkungan orang-orang benar dan dalam jemaah. Besarlah perbuatan-perbuatan TUHAN, layak diselidiki oleh semua orang yang menyukainya.

Konteks

Mazmur 111 adalah sebuah akrostik alfabet Ibrani—setiap baris dimulai dengan huruf alfabet berturut-turut—yang merayakan perbuatan-perbuatan besar TUHAN dalam sejarah penebusan. Pemazmur merenungkan karya Allah dengan penuh kekaguman, dari pembebasan Israel hingga ketetapan perjanjian-Nya yang kekal.

Renungan

Mazmur 111 membuka dengan kata "Haleluya" yang langsung diikuti oleh keseriusan yang luar biasa: "Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hati." Kata "segenap hati" menegaskan bahwa pujian sejati bukan kegiatan sampingan atau ritual formal, melainkan keterlibatan seluruh pribadi. Pemazmur kemudian berkata bahwa perbuatan-perbuatan TUHAN "layak diselidiki"—kata Ibrani darash berarti meneliti dengan saksama, seperti seorang ilmuwan yang mengamati objek dengan teliti. Teologi Alkitabiah menuntut pikiran yang terlibat, bukan kepercayaan yang buta.

Pusat teologis Mazmur ini adalah pengakuan bahwa TUHAN bertindak dalam sejarah. Ayat 4-9 merangkum karya-karya besar Allah: memberi makan umat-Nya, mengingat perjanjian-Nya, memberikan warisan kepada bangsa-bangsa, menebus umat-Nya, dan menetapkan ketetapan-Nya untuk selama-lamanya. Ini adalah inti dari teologi perjanjian Reformed: Allah adalah Allah yang bertindak, yang setia pada janji-janji-Nya, yang tidak pernah melepaskan apa yang telah Ia ikat dalam perjanjian. Anugerah-Nya bukan sesaat, tetapi kekal—seperti dinyatakan ayat 9: "Ia menetapkan perjanjian-Nya untuk selama-lamanya."

Ada bahaya yang nyata ketika spiritualitas berubah menjadi perasaan tanpa pengetahuan. Banyak penyembahan modern yang kaya emosi tetapi miskin konten—pujian yang menggetarkan perasaan tanpa mengisi pikiran dengan kebenaran tentang Allah. Mazmur 111 menolak dikotomi ini. Pemazmur memuji Allah tepat karena ia mengetahui apa yang Allah telah perbuat. Pujian yang kuat lahir dari teologi yang kuat. Ketika kita kehilangan kekaguman kepada Allah, seringkali bukan karena kita kurang emosional, tetapi karena kita telah berhenti merenungkan siapa Allah sebenarnya dan apa yang telah Ia perbuat.

Bagi kita yang hidup di sisi Perjanjian Baru, kita memiliki alasan yang jauh lebih besar untuk berkata "Haleluya." Karya Allah yang terbesar—yaitu penebusan melalui darah Anak-Nya—telah digenapkan. Mazmur 111:9 berbicara tentang "Ia menebus umat-Nya"—bagi kita, penebusan itu memiliki nama: Yesus Kristus. Kehidupan, kematian, kebangkitan, dan kenaikan-Nya adalah "perbuatan-perbuatan TUHAN yang layak diselidiki" yang paling agung. Meditasi yang dalam atas Injil adalah bahan bakar bagi pujian yang sejati dan bertahan lama.

Pokok Doa

  1. 1Bersyukur atas setiap karya Allah yang nyata dalam sejarah penebusan—dari penciptaan, pemanggilan Abraham, pembebasan dari Mesir, hingga penggenapan sempurna dalam Yesus Kristus.
  2. 2Mohon agar Allah memberikan hati yang tekun merenungkan firman-Nya, sehingga pujian kita lahir dari pengenalan yang mendalam akan siapa Dia, bukan sekadar emosi sesaat.
  3. 3Berdoa agar komunitas orang percaya di mana kita berada menjadi tempat di mana perbuatan-perbuatan Allah dirayakan, dibicarakan, dan diteruskan kepada generasi berikutnya.
  4. 4Mohon agar rasa kagum dan ketakjuban kepada Allah tidak pernah memudar dalam hati kita, betapapun banyaknya pengalaman rohani yang telah kita lalui.

Bahan Renungan

Perbuatan Allah yang manakah—dalam Alkitab maupun dalam kehidupan pribadi Anda—yang paling sering Anda renungkan dan mengapa perbuatan tersebut mengisi hati Anda dengan kekaguman terbesar?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda