Kembali

Memikul Salib Setiap Hari

LukasPemuridan

Ayat Firman

Lukas 9:23

Kata-Nya kepada mereka semua: "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku."

Konteks

Lukas 9:23 adalah panggilan pemuridan yang Yesus ucapkan kepada semua orang ("mereka semua"), bukan hanya kepada murid-murid inti. Versi Lukas menambahkan kata "setiap hari" yang tidak ada dalam paralelnya di Matius dan Markus—menekankan bahwa memikul salib bukan tindakan heroik sesekali, melainkan orientasi hidup yang diperbarui setiap hari. Tiga kata kerja dalam urutan yang sangat penting: menyangkal diri, memikul salib, mengikut.

Renungan

"Menyangkal dirinya"—ini bukan self-deprecation atau membenci diri sendiri. Kata Yunani yang digunakan (aparneomai) berarti "menolak klaim atas sesuatu"—dalam konteks ini, menolak klaim bahwa kita adalah pusat dari dunia kita sendiri, bahwa kepentingan dan agenda kita adalah yang paling penting. Menyangkal diri berarti bersedia untuk menempatkan tujuan Allah di atas tujuan sendiri, menempatkan kebutuhan orang lain di atas kenyamanan sendiri. Ini adalah seumur hidup, bukan satu kali.

"Memikul salibnya setiap hari"—di abad pertama, seseorang yang memikul salib sedang menuju kematiannya. Ini bukan gambaran tentang penderitaan umum kehidupan ("salib saya adalah penyakit ini" atau "salib saya adalah atasan yang menyebalkan"). Ini adalah gambaran tentang kematian terhadap agenda diri sendiri—kesediaan untuk menanggung malu, penolakan, ketidaknyamanan, bahkan penderitaan, demi mengikut Yesus. "Setiap hari" menekankan bahwa ini adalah pilihan yang harus diperbarui setiap pagi, bukan keputusan satu kali.

"Mengikut Aku"—inilah tujuan dari semuanya. Menyangkal diri dan memikul salib bukan tujuan itu sendiri; ini adalah cara untuk mengikut Yesus—untuk bergerak bersama-Nya ke arah yang Ia tuju. Dan ke mana Yesus pergi? Melalui salib menuju kebangkitan. Melalui kematian menuju kehidupan. Paradoks Injil adalah bahwa "kehilangan nyawa" demi Yesus adalah cara untuk sungguh-sungguh menemukan kehidupan yang sejati (ay. 24).

Dalam keluarga, Lukas 9:23 berbicara tentang jenis kasih yang membentuk pernikahan dan parenting yang sehat. Pernikahan yang berhasil membutuhkan dua orang yang bersedia untuk "menyangkal diri"—menempatkan kepentingan pasangannya di atas kepentingannya sendiri. Parenting yang baik membutuhkan "memikul salib"—menanggung kelelahan, pengorbanan waktu dan energi, dengan kesediaan yang diperbarui setiap hari. Ini bukan romantis; ini kadang sangat berat. Namun sumber kekuatan untuk melakukannya bukan dari dalam diri sendiri—melainkan dari mengikut Yesus yang telah terlebih dahulu memikul salib yang sesungguhnya demi kita.

Pokok Doa

  1. 1Memohon kekuatan Roh Kudus untuk "menyangkal diri" dalam aspek-aspek kehidupan keluarga yang paling menantang.
  2. 2Berdoa untuk kesediaan yang diperbarui setiap hari—momen demi momen—untuk mengikut Yesus dalam tindakan nyata.
  3. 3Bersyukur bahwa Yesus telah terlebih dahulu memikul salib yang sesungguhnya demi kita—inilah motivasi dari segala ketaatan kita.
  4. 4Memohon agar semangat pemuridan—mengikut Yesus secara nyata, bukan hanya secara nama—menjadi identitas keluarga kita.

Bahan Renungan

Apa artinya "memikul salib setiap hari" dalam konteks kehidupan keluarga kita yang konkret? Apa satu bentuk "penyangkalan diri" yang Tuhan mungkin sedang memanggil kita untuk lakukan demi anggota keluarga yang lain?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda