Kembali

Air Hidup yang Memuaskan

YohanesAir Hidup yang Memuaskan

Ayat Firman

Yohanes 4:13-14

Tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.

Konteks

Di tepi sumur Yakub, Yesus berjumpa dengan seorang perempuan Samaria, seorang yang dianggap hina secara bangsa, moral, dan sosial. Namun justru kepadanya Ia menawarkan air hidup.

Renungan

Di tepi sumur Yakub, Yesus berjumpa dengan seorang perempuan Samaria, seorang yang dianggap hina secara bangsa, moral, dan sosial. Namun justru kepadanya Ia menawarkan air hidup. Ia membuat perbandingan yang dalam: air sumur ini, betapa pun perlunya, hanya memuaskan dahaga sementara, "barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi." Demikianlah semua yang ditawarkan dunia, kekayaan, kenikmatan, relasi, prestasi, semuanya hanya memberi kepuasan sesaat lalu kembali meninggalkan kekosongan. Perempuan ini telah mencoba memuaskan dahaga jiwanya melalui lima suami, dan tetap haus.

Tetapi air yang Kristus berikan berbeda secara mutlak: "ia tidak akan haus untuk selama-lamanya." Bahkan, air itu menjadi "mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal." Inilah karya Roh Kudus dan hidup kekal yang Kristus karuniakan. Bukan kepuasan yang harus terus-menerus dicari dari luar, melainkan sumber yang memancar dari dalam, anugerah yang tak pernah kering. Kristus tidak sekadar memberi sesuatu; Ia memberi diri-Nya sebagai sumber kepuasan jiwa yang kekal. Hanya Dia yang dapat memuaskan kehausan terdalam manusia.

Kisah ini menelanjangi kesia-siaan moralisme dan upaya manusia memuaskan diri dengan ciptaan. Kita tidak dapat memuaskan jiwa dengan kerja keras atau pencapaian; jiwa diciptakan untuk Allah dan hanya tenang di dalam Dia. Yang menakjubkan, Yesus mengambil inisiatif kepada perempuan berdosa ini, bukan ia yang layak mencari Dia. Inilah anugerah. Keluarga, ajarkanlah anak-anak untuk tidak mencari kepuasan dalam hal-hal yang fana, gawai, popularitas, atau harta, sebab semua itu meninggalkan dahaga. Arahkanlah mereka kepada Kristus, satu-satunya mata air yang memuaskan jiwa untuk selama-lamanya.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, jiwa kami sering mencari kepuasan pada hal-hal yang fana dan kembali haus.
  2. 2Berikanlah kami air hidup-Mu, jadilah mata air dalam hati kami yang memancar sampai hidup kekal.
  3. 3Puaskanlah kami hanya dengan Engkau.
  4. 4Dalam nama-Mu kami berdoa, amin.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda