Akulah Kebangkitan dan Hidup
Ayat Firman
Yohanes 11:25-27
“Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati."”
Konteks
Yohanes 11 mencatat kisah pembangkitan Lazarus di Betania, sebuah desa sekitar 3 km sebelah timur Yerusalem. Waktu "empat hari" (11:17) memiliki signifikansi dalam tradisi Yahudi: beberapa rabbi mengajarkan bahwa roh berkeliaran di sekitar mayat selama tiga hari, berharap dapat kembali — pada hari keempat, harapan itu sudah mustahil. Pernyataan "Akulah kebangkitan dan hidup" (ἐγώ εἰμι ἡ ἀνάστασις καὶ ἡ ζωή) adalah pernyataan ego eimi keenam dalam Injil Yohanes. Kepercayaan orang Farisi pada kebangkitan orang mati di akhir zaman (σὺν τῇ ἀναστάσει, 11:24) didasarkan pada teks-teks seperti Yesaya 26:19 dan Daniel 12:2. Dengan mengidentifikasi diri sebagai kebangkitan itu sendiri, Yesus tidak menolak eskatologi Yahudi tetapi mengklaim bahwa realitas eskatologis itu telah hadir dalam diri-Nya. Kisah ini merupakan tanda ketujuh dan terbesar dalam Injil Yohanes, dan menurut Yohanes menjadi pemicu langsung keputusan para pemimpin Yahudi untuk membunuh Yesus (11:45-53).
Renungan
Di tengah duka kematian Lazarus, Marta menyatakan iman akan kebangkitan pada akhir zaman. Namun Yesus mengarahkan imannya dari sebuah peristiwa masa depan kepada sebuah Pribadi yang hadir saat itu: "Akulah kebangkitan dan hidup." Perhatikanlah betapa radikalnya pernyataan ini. Kebangkitan bukan sekadar peristiwa yang akan terjadi, melainkan Pribadi yang berdiri di hadapan Marta. Hidup kekal bukan hanya pemberian dari Kristus; Kristus sendiri adalah hidup itu. Mengenal Dia berarti memiliki kebangkitan dan hidup, sebab Ia adalah sumbernya.
Janji yang menyertainya mengatasi kuasa maut: "barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya." Bagi orang percaya, kematian jasmani bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan. Kematian rohani yang kekal tidak akan pernah menyentuh mereka. Inilah kemenangan Kristus atas maut yang dijaminkan kepada umat-Nya. Tak lama kemudian, Ia membuktikan pernyataan ini dengan membangkitkan Lazarus dari kubur, sebuah cuplikan dari kuasa kebangkitan yang akan dinyatakan-Nya sepenuhnya melalui kebangkitan-Nya sendiri.
Ini menentang segala kesia-siaan harapan duniawi di hadapan kematian. Dunia tidak memiliki jawaban atas maut; ia hanya dapat menundanya atau menghiburnya dengan kesedihan. Tetapi Kristus mengalahkan maut, dan iman kepada-Nya, bukan perbuatan baik kita, yang menghubungkan kita dengan kemenangan-Nya. Yesus bertanya kepada Marta, "Percayakah engkau akan hal ini?" Pertanyaan yang sama ditujukan kepada kita. Keluarga, di tengah dunia yang takut akan kematian, ajarkanlah anak-anak bahwa bagi orang percaya kematian telah dikalahkan. Hadapilah kehilangan dengan dukacita yang penuh pengharapan, sebab Kristus, kebangkitan dan hidup itu, memegang kita melampaui kubur.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, Engkaulah kebangkitan dan hidup.
- 2Terima kasih karena bagi kami yang percaya, kematian bukan akhir melainkan pintu menuju hidup kekal bersama-Mu.
- 3Teguhkanlah iman kami sehingga kami berkata seperti Marta: ya Tuhan, kami percaya.
- 4Kuatkanlah kami menghadapi maut dengan pengharapan.