Firman-Mu Telah Mereka Terima
Ayat Firman
Yohanes 17:6-8
“Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Sekarang mereka tahu, bahwa semua yang Engkau berikan kepada-Ku itu berasal dari pada-Mu. Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku telah Kusampaikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya.”
Konteks
Yohanes 17 dikenal sebagai "Doa Imam Besar" Yesus, satu-satunya doa panjang Yesus kepada Bapa yang dicatat dalam Injil. Konteksnya adalah malam Paskah sebelum penyaliban, kemungkinan diucapkan setelah perjamuan terakhir dan sebelum pergi ke taman Getsemani. Frasa "menyatakan nama-Mu" (ἐφανέρωσά σου τὸ ὄνομα, ephanerōsa sou to onoma) menggunakan kata "nama" dalam makna Ibrani: shem (שֵׁם) mencakup totalitas identitas dan karakter seseorang, bukan sekadar sebutan. Kata "menyatakan" (φανερόω, phaneroō) adalah kata khas Yohanes yang berarti mengungkapkan sesuatu yang tersembunyi menjadi nyata. Konsep pemberian umat dari Bapa kepada Anak (δέδωκάς μοι, dedōkas moi — perfect tense) terulang lima kali dalam pasal 17, membentuk kerangka teologis pemilihan yang berkaitan dengan doktrin perseveransi (pemeliharaan orang kudus). Yesus berdoa untuk umat "dari dunia" (ἐκ τοῦ κόσμου) — menggunakan preposisi ek yang menekankan asal mereka dari dunia, meskipun mereka kini bukan lagi milik dunia.
Renungan
Dalam doa-Nya yang paling agung, Tuhan Yesus berdoa bagi murid-murid-Nya dan menyatakan apa yang menjadi inti pelayanan-Nya: "Aku telah menyatakan nama-Mu." Seluruh karya Kristus dapat diringkas dalam kalimat ini — Ia datang untuk memperkenalkan Bapa. Manusia jatuh dalam dosa karena tidak lagi mengenal Allah dengan benar; kita memiliki gambaran yang salah, terdistorsi, tentang siapa Allah. Maka Kristus datang untuk menyatakan nama Bapa, yaitu menyingkapkan siapa Allah yang sesungguhnya.
Perhatikan rangkaian yang indah di sini: Bapa memberikan firman kepada Anak, Anak menyampaikan firman itu kepada murid-murid, dan murid-murid menerimanya. Inilah cara Allah bekerja menyelamatkan manusia — melalui firman yang diterima. Bukan melalui mukjizat yang spektakuler, bukan melalui pengalaman mistis, tetapi melalui firman yang sungguh-sungguh diterima dengan iman. Pak Tong selalu menekankan bahwa iman datang dari pendengaran akan firman Kristus. Tidak ada jalan pintas; firman harus disampaikan dan harus diterima.
Bagi keluarga kita, ayat ini menjadi cermin. Sudahkah firman Allah sungguh-sungguh diterima di rumah kita, atau hanya didengar lewat? Yesus bersyukur bahwa murid-murid "telah menerimanya" — mereka tidak hanya mendengar, mereka menyambut, menyimpan, dan menaatinya. Sepanjang tahun ini kita telah mendengar begitu banyak firman dalam ibadah keluarga. Pertanyaannya bukan berapa banyak yang kita dengar, melainkan berapa banyak yang sungguh kita terima sehingga mengubah hidup. Marilah, sebelum tahun berganti, kita memohon agar firman yang sudah kita dengar bukan jatuh di tanah keras, melainkan diterima sampai ke dasar hati.
Pokok Doa
- 1Bapa, terima kasih karena Kristus telah menyatakan nama-Mu kepada kami dan menyampaikan firman-Mu.
- 2Tolong keluarga kami bukan hanya mendengar tetapi sungguh menerima firman itu sampai mengubah hidup kami.
- 3Jadikan rumah kami rumah yang menyimpan firman-Mu.