Supaya Mereka Semua Menjadi Satu
Ayat Firman
Yohanes 17:20-23
“Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.”
Konteks
Yohanes 17:20-23 adalah bagian ketiga dari Doa Imam Besar yang meluaskan lingkup doa dari murid-murid langsung kepada seluruh orang yang akan percaya di masa depan "oleh pemberitaan mereka" (διὰ τοῦ λόγου αὐτῶν, dia tou logou autōn). Ini membuktikan bahwa komunitas yang menulis dan membaca Injil Yohanes memahami diri mereka sebagai objek doa Yesus. Kata "satu" (ἕν, hen — neutrum) merujuk pada kesatuan yang setara namun berbeda, analog dengan "Aku dan Bapa adalah satu" (10:30). Model kesatuan yang diusulkan adalah partisipasi dalam kesatuan Tritunggal sendiri (ἵνα ὦσιν ἕν καθὼς ἡμεῖς ἕν) — bukan sekadar kesepakatan organisatoris. Frasa "supaya dunia percaya" menunjukkan kesatuan umat sebagai sarana misi apologetik: kesatuan orang percaya adalah argumen hidup yang paling kuat untuk kebenaran Injil. Ayat 23 menyatakan bahwa Allah mengasihi murid-murid "sama seperti" (καθὼς) Ia mengasihi Anak — klaim yang sangat berani tentang status orang percaya.
Renungan
Inilah satu kalimat yang menyentuh kita secara langsung: "bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka." Tuhan Yesus, dalam doa-Nya yang terakhir sebelum salib, mendoakan kita — orang-orang yang percaya melalui kesaksian para rasul. Bayangkan: dua ribu tahun yang lalu, di taman Getsemani yang gelap, nama keluarga kita ada dalam isi hati Tuhan Yesus. Kita tidak mungkin ada di luar kasih dan doa-Nya.
Apa yang Ia doakan? "Supaya mereka semua menjadi satu." Dan kesatuan ini bukan kesatuan organisasi atau seragam pendapat, melainkan kesatuan yang berakar pada kesatuan Bapa dan Anak: "sama seperti Engkau di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau." Inilah kesatuan kasih yang dalam, kesatuan yang lahir dari kebersamaan di dalam Allah Tritunggal. Pak Tong mengingatkan bahwa perpecahan di antara orang percaya adalah luka yang melukai hati Kristus, karena ia bertentangan langsung dengan doa terakhir-Nya.
Tujuan akhir kesatuan ini sungguh besar: "supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku." Kesaksian terkuat kepada dunia bukanlah argumen yang hebat, melainkan kasih dan kesatuan di antara orang percaya. Dunia akan percaya bukan ketika kita menang berdebat, melainkan ketika dunia melihat keluarga-keluarga dan jemaat yang sungguh bersatu dalam kasih. Maka, di dalam rumah kita sendiri, kesatuan menjadi sangat penting. Keluarga yang terus bertengkar dan tidak saling mengampuni menyangkali doa Kristus. Sebaliknya, keluarga yang bersatu dalam kasih menjadi pemberitaan hidup bahwa Bapa sungguh mengutus Anak. Sebelum tahun berakhir, adakah perselisihan yang harus diselesaikan, pengampunan yang harus diberikan, supaya rumah kita menjadi jawaban atas doa Tuhan?
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, terima kasih karena Engkau telah mendoakan kami yang percaya melalui pemberitaan para rasul.
- 2Jadikanlah keluarga kami satu dalam kasih, sama seperti Engkau dan Bapa adalah satu, supaya melalui kesatuan kami dunia melihat dan percaya kepada-Mu.
- 3Bimbing keluarga kami hidup sesuai kebenaran firman-Mu setiap hari. Amin.