Kembali

Pagi-pagi Benar Ia Berdoa

MarkusPagi-pagi Benar Ia Berdoa

Ayat Firman

Markus 1:35

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.

Konteks

Satu ayat singkat ini menyimpan rahasia kekuatan hidup Tuhan Yesus. Pada hari sebelumnya, Ia melayani begitu banyak orang sampai larut malam — menyembuhkan yang sakit, mengusir setan, mengajar orang banyak.

Renungan

Satu ayat singkat ini menyimpan rahasia kekuatan hidup Tuhan Yesus. Pada hari sebelumnya, Ia melayani begitu banyak orang sampai larut malam — menyembuhkan yang sakit, mengusir setan, mengajar orang banyak. Setelah hari yang begitu melelahkan, apa yang dilakukan-Nya keesokan harinya? "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun" untuk berdoa. Tuhan Yesus, yang adalah Allah, merasa perlu menyendiri dengan Bapa. Betapa lebih kita yang lemah ini membutuhkannya.

Perhatikan tiga hal: Ia bangun pagi-pagi benar, Ia mencari tempat yang sunyi, dan Ia berdoa. Pak Tong sering menegur orang Kristen yang sibuk melayani tetapi tidak pernah berdoa, seperti orang yang ingin terus mengeluarkan air dari sumur tanpa pernah mengisi sumurnya. Pelayanan Yesus yang begitu berkuasa mengalir dari persekutuan-Nya yang dalam dengan Bapa. Tanpa doa, pelayanan kita menjadi aktivitas kosong yang menguras tanpa mengisi.

Mengapa pagi-pagi? Karena memberikan yang pertama dan terbaik kepada Allah. Sebelum dunia dengan segala tuntutannya menyerbu, Yesus terlebih dahulu menghadap Bapa. Bagi keluarga kita, ini menjadi tantangan yang nyata. Berapa banyak hari kita mulai dengan langsung menyambar telepon, langsung tenggelam dalam kesibukan, tanpa menyediakan waktu untuk Tuhan? Jika Anak Allah sendiri membutuhkan waktu sunyi bersama Bapa, betapa lebih kita yang kerap lemah dan mudah kehilangan arah. Menjelang tahun baru ini, mungkin satu tekad yang paling berharga bagi keluarga kita adalah membangun kebiasaan doa — bukan doa yang terburu-buru, melainkan waktu sunyi yang sungguh menghadap Tuhan. Sumber kekuatan kita di tahun yang baru bukan pada perencanaan kita, melainkan pada lutut yang berdoa.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, Engkau yang sempurna pun mencari waktu sunyi untuk berdoa kepada Bapa.
  2. 2Ajar keluarga kami menjadikan doa sebagai prioritas, memberikan yang pertama kepada-Mu setiap hari.
  3. 3Jadikanlah rumah kami rumah doa di tahun yang baru.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda