Kembali

Ikutlah Aku — Melangkah ke Tahun yang Baru

YohanesIkutlah Aku — Melangkah

Ayat Firman

Yohanes 21:22

Jawab Yesus: "Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku."

Konteks

Inilah hari terakhir tahun ini, dan Tuhan menutupnya dengan dua kata yang menjadi inti dari seluruh kehidupan Kristen: "Ikutlah Aku." Petrus baru saja dipulihkan dan dipercayakan kembali pelayanan. Tetapi ia menoleh kepada.

Renungan

Inilah hari terakhir tahun ini, dan Tuhan menutupnya dengan dua kata yang menjadi inti dari seluruh kehidupan Kristen: "Ikutlah Aku." Petrus baru saja dipulihkan dan dipercayakan kembali pelayanan. Tetapi ia menoleh kepada Yohanes dan bertanya, "Tuhan, apakah yang akan terjadi dengan dia ini?" Petrus sibuk membandingkan dirinya dengan orang lain, ingin tahu nasib orang lain. Jawaban Yesus tegas dan membebaskan: "Itu bukan urusanmu. Tetapi engkau: ikutlah Aku." Betapa sering kita pun terjebak dalam membandingkan diri — mengapa hidup orang lain lebih lancar, mengapa keluarga lain lebih diberkati, mengapa beban kami lebih berat? Pak Tong mengingatkan bahwa salah satu jerat terbesar dalam hidup rohani adalah membandingkan jalan kita dengan jalan orang lain, padahal Tuhan memimpin setiap orang melalui jalan yang berbeda. Panggilan kita bukan meniru jalan orang lain, melainkan mengikut Kristus pada jalan yang Ia tetapkan bagi kita.

Sepanjang tahun ini kita telah berjalan melalui seluruh kisah Injil — dari kelahiran Kristus, pelayanan-Nya, mukjizat-mukjizat-Nya, pengajaran-Nya, sampai ke salib, kebangkitan, dan pengutusan. Dan semuanya bermuara pada panggilan yang sederhana namun menuntut segalanya: "Ikutlah Aku." Inilah jantung iman Kristen. Kekristenan bukanlah seperangkat aturan yang dipatuhi dari jauh, bukan sekadar pengetahuan yang disimpan di kepala, melainkan mengikut seorang Pribadi — berjalan di belakang Kristus ke mana pun Ia memimpin. Mengikut berarti meninggalkan kemauan sendiri sebagai tuan, dan menempatkan Kristus sebagai Tuhan yang memimpin setiap langkah.

Perhatikan, Yesus berbicara tentang masa depan: "sampai Aku datang." Ada hari ketika Kristus akan datang kembali. Hidup kita, juga tahun yang akan kita masuki, bergerak menuju kedatangan-Nya. Kita tidak berjalan tanpa tujuan; kita berjalan menuju perjumpaan dengan Tuhan kita. Maka setiap langkah di tahun yang baru adalah langkah mengikut Dia sampai Ia datang. Inilah arah hidup yang memberi makna pada setiap hari — kita melangkah bukan menuju kekosongan, melainkan menuju Kristus yang akan datang.

Keluarga yang terkasih, kita berdiri di ambang tahun yang baru. Kita tidak tahu apa yang menanti — mungkin sukacita, mungkin air mata; mungkin kelimpahan, mungkin kekurangan; mungkin kesehatan, mungkin penyakit. Tetapi satu hal pasti: panggilan kita tetap sama, kemarin, hari ini, dan selamanya. "Ikutlah Aku." Apa pun yang terjadi, ke mana pun jalan membawa kita, kita akan mengikut Kristus. Ketika jalan menanjak dan berat, kita ikut Dia. Ketika jalan gelap dan tak jelas, kita ikut Dia. Ketika kita tidak mengerti rencana-Nya, kita tetap ikut Dia. Sebab Dia yang memanggil kita adalah Dia yang telah mati dan bangkit bagi kita, yang telah berkata "Sudah selesai", yang telah mengalahkan dunia, dan yang berjanji menyertai kita senantiasa sebagai Imanuel. Maka pada hari penutup tahun ini, marilah seluruh keluarga memperbarui komitmennya: bersama, kita akan mengikut Yesus ke dalam tahun yang baru. Bukan dengan kekuatan kita sendiri, melainkan dengan kasih karunia-Nya. Bukan menatap orang lain, melainkan menatap Dia. Bukan dengan ketakutan, melainkan dengan iman. Tuhan kita telah berfirman, dan firman itu cukup untuk menopang kita selamanya: "Ikutlah Aku."

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, di hari terakhir tahun ini kami mendengar panggilan-Mu: "Ikutlah Aku." Ampunilah kami yang sering menoleh membandingkan diri dengan orang lain.
  2. 2Tetapkan hati seluruh keluarga kami untuk mengikut Engkau ke dalam tahun yang baru — apa pun yang terjadi, ke mana pun Engkau memimpin, sampai Engkau datang kembali.
  3. 3Jadilah Engkau Tuhan dan Pemimpin setiap langkah kami.
  4. 4Bawalah keluarga kami berjalan di belakang-Mu dalam iman, kasih, dan ketaatan, untuk kemuliaan nama-Mu.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda