Kembali
Hari Ini

Diberkati untuk Menjadi Berkat

MazmurTujuan misioner dari berkat Allah

Ayat Firman

Mazmur 67:1-7

Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa. Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.

Konteks

"Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." Mazmur 67 dibuka dengan gema berkat imam dalam.

Renungan

"Kiranya Allah mengasihani kita dan memberkati kita, kiranya Ia menyinari kita dengan wajah-Nya, supaya jalan-Mu dikenal di bumi, dan keselamatan-Mu di antara segala bangsa." Mazmur 67 dibuka dengan gema berkat imam dalam Bilangan 6, tetapi segera membelokkan tujuannya. Perhatikan kata "supaya". Allah memberkati umat-Nya bukan agar mereka menimbun berkat itu untuk diri sendiri, melainkan supaya jalan dan keselamatan-Nya dikenal di antara segala bangsa. Inilah koreksi penting terhadap pemahaman berkat yang egois. Allah memilih dan memberkati Israel bukan demi Israel semata, melainkan agar melalui mereka segala bangsa diberkati, sebagaimana janji kepada Abraham. Berkat Allah selalu memiliki tujuan misioner. Kita diberkati untuk menjadi berkat. Pemahaman ini menyelamatkan kita dari injil kemakmuran yang berpusat pada diri, yang menjadikan berkat sebagai tujuan akhir, bukan sarana untuk memuliakan Allah di hadapan dunia.

Mazmur ini dipenuhi seruan agar segala bangsa bersukacita dan memuji Allah. Ayat 4 berbunyi: "Kiranya suku-suku bangsa bersukacita dan bersorak-sorai, sebab Engkau memerintah bangsa-bangsa dengan adil." Di sini kita melihat kedaulatan Allah atas seluruh bangsa, bukan hanya satu bangsa. Allah bukanlah dewa kesukuan; Ia adalah Raja atas seluruh umat manusia. Pemerintahan-Nya yang adil menjadi alasan sukacita bagi segala bangsa. Dalam pandangan Reformed, kita memahami bahwa rencana keselamatan Allah bersifat universal dalam jangkauannya, mencakup orang-orang dari segala suku, bahasa, dan bangsa, sebagaimana dinubuatkan dan digenapi dalam Kristus. Amanat Agung dalam Matius 28 adalah penggenapan dari kerinduan mazmur ini: agar keselamatan Allah dikenal di seluruh bumi. Hati Allah selalu tertuju kepada bangsa-bangsa.

Gereja yang dangkal sering menjadi kolam yang tertutup, menikmati berkat Allah tanpa kerinduan membaginya kepada dunia. Mereka memohon "berkatilah kami" tanpa menambahkan "supaya jalan-Mu dikenal". Ini adalah penyalahgunaan berkat. Allah tidak memberkati kita agar kita menjadi gudang yang tertutup, melainkan saluran yang mengalir. Bagi keluarga kita, renungan ini menantang cara kita memandang berkat. Ketika Allah memberkati keluarga dengan rezeki, kesehatan, atau kedamaian, tanyakanlah: bagaimana berkat ini dapat menjadi saluran kasih Allah bagi orang lain? Ajarlah anak-anak untuk murah hati, untuk berbagi, untuk memiliki hati bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus. Jadikanlah rumah kita pusat berkat yang mengalir keluar, bukan benteng yang menimbun ke dalam. Sebab tujuan akhir dari setiap berkat adalah agar segala bangsa memuji Allah dan takut akan Dia.

Pokok Doa

  1. 1Bersyukur bahwa Allah memberkati kami supaya jalan-Nya dikenal di antara bangsa-bangsa.
  2. 2Memohon hati yang murah hati agar berkat mengalir keluar, bukan ditimbun.
  3. 3Mendoakan bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus agar mengenal keselamatan-Nya.

Bahan Renungan

Bagaimana berkat yang Allah berikan kepada keluarga kita dapat menjadi saluran kasih-Nya bagi orang lain?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda