Tuhan Raja Mengenakan Keagungan
Ayat Firman
Mazmur 93:1-2
“TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang. Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada.”
Konteks
"TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang.
Renungan
"TUHAN adalah Raja, Ia berpakaian kemegahan, TUHAN berpakaian, berikat pinggang kekuatan. Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang. Takhta-Mu tegak sejak dahulu kala, dari kekal Engkau ada." Mazmur ini memproklamasikan kerajaan Allah dengan gambaran yang agung. TUHAN adalah Raja, bukan calon raja atau raja yang sedang berjuang, melainkan Raja yang telah bertakhta dengan kemegahan dan kekuatan. Pakaian dalam dunia kuno menunjukkan status dan kewibawaan. Allah berpakaian kemegahan dan berikat pinggang kekuatan, gambaran kesiapan untuk bertindak dengan kuasa penuh. Berbeda dengan raja-raja dunia yang naik dan turun, yang kekuasaannya terbatas dan sementara, kerajaan Allah bersifat kekal dan mutlak. Inilah jantung pandangan dunia yang berpusat pada Allah. Allah bukan sekadar yang terbesar di antara banyak kuasa; Ia adalah Raja yang berdaulat atas seluruh ciptaan, yang kehendak-Nya tidak dapat digagalkan oleh siapa pun.
Pemazmur menyatakan akibat dari pemerintahan Allah: "Sungguh, telah tegak dunia, tidak bergoyang." Karena Allah memerintah, dunia memiliki stabilitas dan keteraturan. Hukum-hukum alam, pergantian musim, kelangsungan ciptaan, semuanya bersandar pada pemerintahan Allah yang setia. Ini bukan kebetulan kosmik, melainkan hasil dari kedaulatan Allah yang aktif memelihara ciptaan. Dalam pandangan Reformed, kita memahami providensi Allah sebagai pemerintahan-Nya yang terus-menerus atas segala sesuatu. Tidak ada satu atom pun yang bergerak di luar kehendak-Nya. Lebih jauh, pemazmur menyatakan bahwa takhta Allah tegak sejak dahulu kala dan Allah ada dari kekal. Kekuasaan Allah bukan sesuatu yang baru atau diperoleh; ia kekal seperti Allah sendiri. Sebelum dunia ada, Allah telah menjadi Raja. Setelah dunia ini berlalu, Allah tetap menjadi Raja. Kekekalan dan kedaulatan Allah adalah jaminan yang tak tergoyahkan bagi umat-Nya.
Di tengah dunia yang penuh kekacauan, ketidakpastian, dan perubahan, kita mudah merasa bahwa segala sesuatu di luar kendali. Pemerintahan berganti, ekonomi runtuh, bencana melanda, dan kita bertanya siapa yang memegang kendali. Kekristenan dangkal mudah panik karena tidak benar-benar percaya pada kedaulatan Allah. Tetapi mazmur ini mengingatkan bahwa TUHAN adalah Raja, takhta-Nya tegak, dan dunia tidak akan goyah karena Ia memerintah. Bagi keluarga kita, renungan ini memberi penghiburan dan kestabilan. Ajarlah anak-anak bahwa di atas segala pemimpin dunia ada Raja yang sejati, yaitu Allah yang berdaulat. Ketika berita-berita menakutkan datang, ketika dunia tampak kacau, ingatkanlah keluarga bahwa Allah masih bertakhta. Tidak ada krisis yang mengejutkan-Nya, tidak ada kuasa yang menggulingkan-Nya. Beristirahatlah dalam kedaulatan Sang Raja kekal, dan biarlah rumah kita tegak tidak bergoyang karena dibangun di atas Allah yang memerintah selama-lamanya.
Pokok Doa
- 1Bersyukur bahwa TUHAN adalah Raja yang kekal, yang takhta-Nya tegak sejak dahulu kala.
- 2Memohon agar keluarga kami beristirahat dalam kedaulatan Allah di tengah dunia yang goyah.
- 3Mendoakan agar rumah kami dibangun di atas Allah yang memerintah selama-lamanya.
Bahan Renungan
Ketika dunia tampak kacau dan menakutkan, bagaimana keyakinan bahwa Allah masih bertakhta mengubah cara kita merespons?