Nyanyian Baru bagi Tuhan
Ayat Firman
Mazmur 96:1-4
“Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari. Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat.”
Konteks
"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari." Mazmur 96 memanggil untuk menyanyikan.
Renungan
"Nyanyikanlah nyanyian baru bagi TUHAN, menyanyilah bagi TUHAN, hai segenap bumi! Menyanyilah bagi TUHAN, pujilah nama-Nya, kabarkanlah keselamatan yang dari pada-Nya dari hari ke hari." Mazmur 96 memanggil untuk menyanyikan nyanyian baru. Mengapa nyanyian baru? Karena kasih setia dan perbuatan Allah selalu baru setiap hari. Pengalaman akan kebaikan Allah yang terus mengalir menuntut ungkapan pujian yang segar, bukan rutinitas yang hambar. Nyanyian baru juga menunjuk pada karya keselamatan yang baru, yang dalam terang Perjanjian Baru kita kenali sebagai keselamatan dalam Kristus. Setiap kali kita merenungkan anugerah Allah, hati kita seharusnya menyanyikan lagu yang baru. Perhatikan kembali bahwa panggilan ini ditujukan kepada segenap bumi, bukan hanya umat pilihan. Tema universalitas penyembahan kepada Allah muncul lagi. Dan ada perintah misioner: kabarkanlah keselamatan-Nya dari hari ke hari, ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa. Penyembahan dan misi tidak terpisahkan; mereka yang sungguh menyembah Allah pasti rindu memberitakan Dia.
Ayat 3-4 menyatakan: "Ceritakanlah kemuliaan-Nya di antara bangsa-bangsa dan perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib di antara segala suku bangsa. Sebab TUHAN maha besar dan terpuji sangat, Ia lebih dahsyat dari pada segala allah." Pujian kepada Allah bukan hanya untuk dinikmati secara pribadi, melainkan untuk diceritakan kepada bangsa-bangsa. Ada dorongan keluar, dari penyembahan menjadi kesaksian. Dalam pandangan Reformed, kita memahami bahwa tujuan tertinggi segala sesuatu adalah kemuliaan Allah, dan kemuliaan itu harus dinyatakan di antara segala bangsa. Pernyataan bahwa TUHAN lebih dahsyat daripada segala allah menegaskan keunikan dan keunggulan Allah yang sejati atas segala ilah palsu. Berhala-berhala adalah kesia-siaan, buatan tangan manusia, tetapi TUHANlah yang menjadikan langit. Penyembahan kepada Allah yang sejati menyingkapkan kekosongan segala berhala. Hanya Allah yang layak menerima pujian dari segenap bumi.
Kekristenan dangkal cenderung menjadikan iman sebagai urusan pribadi yang tertutup, dinikmati sendiri tanpa kerinduan membagikannya. Banyak orang Kristen senang menerima keselamatan tetapi enggan menceritakannya kepada orang lain. Mereka memuji Allah pada hari Minggu tetapi diam tentang Dia sepanjang minggu. Padahal mazmur ini memanggil untuk mengabarkan keselamatan dari hari ke hari dan menceritakan kemuliaan Allah di antara bangsa-bangsa. Penyembahan sejati selalu melimpah keluar dalam kesaksian. Bagi keluarga kita, renungan ini menantang kita untuk tidak menyimpan iman bagi diri sendiri. Ajarlah anak-anak untuk menyanyikan nyanyian baru bagi Allah, untuk memuji-Nya dengan hati yang segar setiap hari. Tetapi ajarlah juga mereka untuk menceritakan kebaikan Allah kepada orang lain, untuk memiliki hati bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus. Jadikanlah rumah kita tempat di mana pujian dan kesaksian mengalir bersama. Sebab Allah yang maha besar dan terpuji layak dikenal oleh segenap bumi, dan keluarga kita dipanggil untuk menjadi bagian dari paduan suara global yang menyanyikan nyanyian baru bagi-Nya.
Pokok Doa
- 1Bersyukur atas keselamatan dalam Kristus yang membuat hati kami menyanyikan nyanyian baru.
- 2Memohon agar penyembahan kami melimpah keluar dalam kesaksian kepada orang lain.
- 3Mendoakan agar keluarga kami memiliki hati bagi bangsa-bangsa yang belum mengenal Kristus.
Bahan Renungan
Apakah iman kita hanya kita nikmati sendiri, atau kita ceritakan kepada orang lain sebagaimana mazmur ini memanggil?