Kembali

Satu Hal yang Kurang

MarkusKekayaan dan Tuntutan Mengikut Kristus

Ayat Firman

Markus 10:17-22

Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, lalu berkata kepadanya: "Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku." Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa lalu pergi dengan sedih, sebab banyak hartanya.

Konteks

Seorang pria muda yang kaya berlari mendekati Yesus dengan pertanyaan yang paling penting: "Apa yang harus kuperbuat untuk memperoleh hidup yang kekal?" Ia mengaku telah memelihara semua perintah sejak masa mudanya. Yesus memandangnya dengan kasih—namun tuntutan-Nya mengekspos satu hal yang tidak mau dilepaskan si orang muda: kekayaannya.

Renungan

Kisah orang muda yang kaya dalam Markus 10 adalah salah satu narasi paling tragis dalam seluruh Injil—bukan karena orang yang jahat menolak Yesus, melainkan karena orang yang tampaknya sangat baik memilih hartanya di atas Kristus. Ia berlari kepada Yesus, berlutut di hadapan-Nya, dan mengajukan pertanyaan yang menunjukkan kerinduan sejati. Namun Markus mencatat dengan teliti: "Mendengar perkataan itu ia menjadi kecewa lalu pergi dengan sedih." Ia datang dengan semangat dan pergi dengan kesedihan—gambaran yang paling tepat tentang kehilangan yang paling besar.

Perhatikan frasa yang unik dalam Markus 10:21 yang tidak ada di paralel Matius dan Lukas: "Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya." Tuntutan yang keras yang Yesus berikan sesudahnya bukan lahir dari penolakan, melainkan dari kasih. Inilah yang membedakan Yesus dari semua guru agama lainnya: kasih-Nya cukup besar untuk tidak memberi apa yang nyaman, melainkan apa yang sungguh-sungguh dibutuhkan. Tuntutan untuk menjual semua dan mengikut-Nya bukan hukuman; ia adalah diagnosis dan resep dari Tabib yang melihat dengan tepat di mana "penyakit" sesungguhnya.

Pengakuan orang muda tentang ketaatan terhadap semua perintah ("Semuanya itu telah kuturuti sejak masa mudaku") mungkin sincere—dan Yesus tidak membantahnya. Namun tuntutan "hanya satu lagi" mengekspos bahwa ada satu hal yang menguasai hidupnya lebih dari Allah: kekayaan. Harta bukan hanya aset; ia adalah identitas, keamanan, dan sumber makna. Yesus tidak menuntut kemiskinan universal kepada semua pengikut-Nya—namun Ia menuntut bahwa tidak ada sesuatu pun yang boleh menjadi tuhan tandingan. Kekayaan yang menguasai hati adalah berhala yang harus dipatahkan.

Kesedihan yang dialami orang muda itu ketika pergi adalah kesedihan yang memilih berhala di atas Allah yang hidup—dan tidak ada gambaran yang lebih menyentuh tentang pengertian apa yang sesungguhnya hilang. Ia pergi dengan "banyak harta" namun tanpa hidup yang kekal. Bagi setiap jiwa yang membaca ini, pertanyaan Yesus kepada orang muda itu bergema: apakah ada "satu hal yang kurang"—satu hal yang kamu tidak mau serahkan kepada Kristus—yang sedang menghalangimu dari ketaatan penuh? Kasih Yesus yang memandang dan menaruh kasih kepada orang muda itu adalah kasih yang sama yang memandang kita—dan menunggu respons kita.

Pokok Doa

  1. 1Bersyukur atas kasih Yesus yang cukup besar untuk menyampaikan tuntutan yang berat—karena kasih sejati tidak hanya memberi yang menyenangkan, tetapi yang sungguh menyelamatkan.
  2. 2Memohon dengan jujur di hadapan Tuhan: apakah ada "satu hal yang kurang"—sesuatu yang kita genggam erat lebih dari Kristus—dan meminta keberanian untuk melepaskannya.
  3. 3Berdoa agar tidak pergi dengan kesedihan seperti orang muda itu, melainkan tetap di hadapan Kristus meski tuntutan-Nya terasa berat, karena di sanalah hidup yang kekal.
  4. 4Meminta perspektif kekal: bahwa "harta di sorga" yang Yesus janjikan kepada yang mau mengikut-Nya jauh melampaui semua yang kita tinggalkan di bumi.

Bahan Renungan

Jika Yesus memandangmu sekarang dan berkata "hanya satu lagi kekuranganmu"—apa yang menurutmu Ia akan tunjuk? Sesuatu apa dalam hidupmu yang belum sepenuhnya diserahkan kepada-Nya?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda