Kembali

Setia dalam Perkara Kecil

LukasSetia dalam Perkara Kecil

Ayat Firman

Lukas 16:10-13

Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar.

Konteks

Tuhan Yesus mengajarkan sebuah prinsip rohani yang mendalam: kesetiaan diuji bukan terutama dalam perkara besar, melainkan dalam perkara kecil. Cara seseorang menangani Mamon yang tidak jujur, yakni harta duniawi yang fana,.

Renungan

Tuhan Yesus mengajarkan sebuah prinsip rohani yang mendalam: kesetiaan diuji bukan terutama dalam perkara besar, melainkan dalam perkara kecil. Cara seseorang menangani Mamon yang tidak jujur, yakni harta duniawi yang fana, menyingkapkan keadaan hatinya yang sebenarnya. Allah memberi kita harta materi sebagai ujian, untuk melihat apakah kita dapat dipercayai dengan harta rohani yang sejati. Penatalayanan atas hal-hal kecil di dunia ini menjadi cermin dari hati yang melayani Allah atau melayani diri sendiri.

Di puncak pengajaran ini berdiri pernyataan yang radikal: "Tidak seorang hambapun dapat mengabdi kepada dua tuan. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon." Perhatikanlah, ini bukan soal keseimbangan, melainkan soal kepemilikan hati yang mutlak. Allah menuntut takhta hati seutuhnya. Reformed iman menegaskan kedaulatan Allah atas seluruh hidup, termasuk dompet kita. Tidak ada wilayah netral; setiap keping uang dan setiap menit waktu adalah milik Tuhan dan harus dikelola untuk kemuliaan-Nya. Kesetiaan dalam perkara kecil adalah penyembahan yang nyata.

Namun jangan jatuh ke dalam moralisme yang berkata: "Setialah dalam perkara kecil supaya kau layak menerima yang besar dari Allah." Kesetiaan bukanlah harga untuk membeli berkat. Justru kesetiaan kita mengalir dari hati yang telah ditebus dan dimerdekakan dari perbudakan Mamon oleh Kristus. Kita setia karena kita telah menjadi milik Tuan yang sejati, bukan agar kita memperoleh upah. Keluarga, latihlah kesetiaan dalam hal-hal sederhana: menepati janji, mengerjakan tugas kecil dengan tekun, mengelola uang saku dengan jujur. Dalam perkara kecil itu, anak-anak belajar menyembah Allah, bukan Mamon.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan, Engkau memiliki seluruh hidup kami.
  2. 2Ampunilah kami yang sering membagi hati antara Engkau dan harta dunia.
  3. 3Merdekakanlah kami dari perbudakan Mamon, dan jadikanlah kami penatalayan yang setia bahkan dalam perkara kecil.
  4. 4Engkaulah satu-satunya Tuan kami.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda