Mengampuni Tanpa Batas
Ayat Firman
Lukas 17:3-4
“Dan jikalau ia berbuat dosa terhadap engkau tujuh kali sehari dan tujuh kali ia kembali kepadamu dan berkata: Aku menyesal, engkau harus mengampuni dia.”
Konteks
Tuhan Yesus memberi perintah yang menantang seluruh kecenderungan natur kita: tegurlah saudaramu yang berdosa, dan jika ia bertobat, ampunilah dia, bahkan tujuh kali sehari. Perhatikanlah keseimbangan ilahi di sini.
Renungan
Tuhan Yesus memberi perintah yang menantang seluruh kecenderungan natur kita: tegurlah saudaramu yang berdosa, dan jika ia bertobat, ampunilah dia, bahkan tujuh kali sehari. Perhatikanlah keseimbangan ilahi di sini. Kasih sejati tidak diam terhadap dosa; ia menegur. Namun teguran itu bertujuan pemulihan, bukan penghukuman, sehingga ketika ada pertobatan, harus ada pengampunan yang penuh. Tujuh kali sehari berarti pengampunan yang melampaui hitungan manusia, pengampunan yang tidak menyimpan catatan kesalahan.
Tuntutan ini terasa mustahil, dan memang demikianlah seharusnya. Tidak ada hati manusia yang secara alami sanggup mengampuni berulang-ulang tanpa kepahitan. Di sinilah kita melihat bahwa perintah ini berakar pada Injil. Kita dapat mengampuni karena kita telah diampuni terlebih dahulu, dan jauh lebih besar. Allah yang berdaulat dalam anugerah-Nya telah mengampuni kita bukan tujuh kali, melainkan tak terhitung kali, melalui darah Kristus. Pengampuran horizontal mengalir dari pengampunan vertikal yang kita terima. Hati yang sungguh memahami betapa besar hutangnya yang dihapuskan tidak akan sanggup mencekik sesamanya.
Waspadalah terhadap moralisme yang menjadikan pengampunan sebagai usaha kehendak semata: "Aku harus mengampuni, jadi aku paksakan diri." Pengampunan sejati bukanlah gigi yang dikatupkan, melainkan luapan hati yang telah dipenuhi anugerah. Hanya orang yang berlutut di kaki salib yang sanggup mengampuni dengan tulus. Keluarga, rumah adalah tempat di mana pengampunan paling sering diuji, sebab di sanalah kita paling sering saling melukai. Ajarkanlah anak-anak untuk menegur dengan kasih dan mengampuni dengan tuntas, mengingat betapa besar pengampunan yang telah mereka terima dari Allah.
Pokok Doa
- 1Bapa yang penuh pengampunan, terima kasih karena Engkau telah mengampuni hutang dosa kami yang tak terhitung melalui Kristus.
- 2Lembutkanlah hati kami yang keras dan penuh kepahitan, dan ajarlah kami mengampuni sesama seperti Engkau telah mengampuni kami.
- 3Jadikanlah rumah kami tempat pengampunan.
- 4Dalam nama Yesus, amin.