Kembali

Tuhan yang Membasuh Kaki

YohanesTuhan yang Membasuh Kaki

Ayat Firman

Yohanes 13:12-17

Jadi jikalau Aku membasuh kakimu, Aku yang adalah Tuhan dan Gurumu, maka kamupun wajib saling membasuh kakimu.

Konteks

Pada malam sebelum penyaliban-Nya, Tuhan Yesus melakukan tindakan yang mengguncang segala tatanan: Ia, Sang Tuhan dan Guru, mengikat handuk, berlutut, dan membasuh kaki murid-murid-Nya. Membasuh kaki adalah tugas budak yang.

Renungan

Pada malam sebelum penyaliban-Nya, Tuhan Yesus melakukan tindakan yang mengguncang segala tatanan: Ia, Sang Tuhan dan Guru, mengikat handuk, berlutut, dan membasuh kaki murid-murid-Nya. Membasuh kaki adalah tugas budak yang paling hina. Namun Raja segala raja merendahkan diri-Nya untuk melakukannya. Inilah gambaran agung tentang inkarnasi dan salib, di mana Allah merendahkan diri untuk melayani dan menyucikan umat-Nya. Tindakan ini menyatakan hati Kristus yang datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan memberikan nyawa-Nya.

Setelah selesai, Yesus berkata: "Aku telah memberikan suatu teladan kepada kamu, supaya kamu juga berbuat sama seperti yang telah Kuperbuat kepadamu." Ia memanggil murid-murid untuk saling membasuh kaki, yaitu hidup dalam pelayanan dan kerendahan hati yang saling menundukkan diri. Jika Tuhan dan Guru melakukan tugas hamba, maka tidak ada pelayanan yang terlalu rendah bagi para pengikut-Nya. Kerendahan hati Kristus menjadi pola hidup bagi komunitas umat-Nya. Kebesaran dalam Kerajaan Allah diukur bukan oleh seberapa banyak orang melayani kita, melainkan seberapa rela kita melayani orang lain.

Namun perhatikanlah agar kita tidak mereduksi ini menjadi moralisme: "Jadilah rendah hati dan layanilah orang lain." Teladan ini berakar pada Injil. Kita melayani karena kita telah dilayani dan disucikan oleh Kristus terlebih dahulu. Pembasuhan kaki menunjuk pada penyucian yang lebih dalam melalui darah-Nya. Kasih yang kita berikan adalah pantulan kasih yang kita terima. Yesus menutup dengan berkat: "Jikalau kamu tahu semua ini, maka berbahagialah kamu, jika kamu melakukannya." Keluarga, rumah adalah tempat pertama untuk melatih pelayanan yang rendah hati. Ajarkanlah anak-anak melayani satu sama lain dalam hal-hal kecil, meneladani Tuhan yang berlutut membasuh kaki.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, Engkau yang adalah Tuhan dan Guru telah merendahkan diri membasuh kaki para murid.
  2. 2Hancurkanlah kesombongan kami dan berikanlah kami hati hamba yang rela melayani.
  3. 3Karena Engkau telah menyucikan kami, mampukanlah kami saling melayani dalam kasih.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda