Kembali

Tempat yang Disediakan di Rumah Bapa

YohanesTempat yang Disediakan di

Ayat Firman

Yohanes 14:1-3

Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku. Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal.

Konteks

Yohanes 14:1-3 termasuk dalam "Khotbah Perpisahan" (Abschiedsreden) Yesus kepada murid-murid-Nya, bagian yang tidak ada padanannya dalam Injil sinoptik. Ucapan ini disampaikan di ruang perjamuan terakhir, malam sebelum penyaliban. Kata "gelisah" (ταρασσέσθω, tarassesthō) adalah kata yang digunakan juga untuk menggambarkan kondisi Yesus di depan kubur Lazarus (11:33) — kegelisahan yang nyata dan manusiawi. Frasa "di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal" (ἐν τῇ οἰκίᾳ τοῦ πατρός μου μοναὶ πολλαί εἰσιν) menggunakan kata μονή (monē, tempat tinggal) yang dalam tulisan Helenistik merujuk pada tempat istirahat sementara di perjalanan panjang, tetapi juga dapat bermakna tempat tinggal permanen. Gambaran "pergi menyediakan tempat" menggunakan konsep "pelopor" (πρόδρομος, prodromos) yang umum dalam literatur Yahudi-apokaliptik untuk figur yang mendahului umat-Nya. Pernyataan ini secara implisit juga mengklaim keilahian: hanya Allah yang berkuasa atas "rumah Bapa".

Renungan

Di tengah kesedihan para murid yang mendengar bahwa Yesus akan pergi, Tuhan menghibur mereka dengan kata-kata yang penuh kelembutan: "Janganlah gelisah hatimu." Obat bagi hati yang gelisah bukanlah penyangkalan atau distraksi, melainkan iman: "percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku." Perhatikanlah Yesus menempatkan iman kepada diri-Nya sejajar dengan iman kepada Allah, sekali lagi menegaskan keilahian-Nya. Damai sejahtera di tengah pergumulan tidak ditemukan dengan memandang keadaan, melainkan dengan memandang dan memercayai Kristus.

Lalu Ia memberi pengharapan yang teguh: "Di rumah Bapa-Ku banyak tempat tinggal... Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu. Dan apabila Aku telah pergi ke situ dan telah menyediakan tempat bagimu, Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempat-Ku." Kepergian Kristus melalui salib, kebangkitan, dan kenaikan bukanlah perpisahan yang sia-sia, melainkan persiapan tempat bagi umat-Nya. Dan janji-Nya untuk datang kembali memberi jaminan bahwa kita akan bersama Dia selama-lamanya. Tujuan akhir keselamatan bukan sekadar tempat yang indah, melainkan bersama dengan Kristus: "supaya di tempat di mana Aku berada, kamupun berada."

Dunia menawarkan banyak penghiburan palsu bagi hati yang gelisah, dan moralisme menyuruh kita berusaha lebih keras agar layak masuk surga. Tetapi Injil berkata bahwa Kristus sendirilah yang pergi menyediakan tempat dan menjamin kita akan tiba di sana. Tempat itu disediakan oleh anugerah, bukan oleh jasa kita. Keluarga, di tengah dunia yang penuh kecemasan dan ketidakpastian, arahkanlah hati anak-anak kepada pengharapan kekal ini. Ajarkanlah mereka bahwa rumah sejati kita ada di rumah Bapa, dan Kristus pasti akan datang kembali untuk membawa kita ke sana, untuk selama-lamanya bersama Dia.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, ketika hati kami gelisah, ajarlah kami untuk percaya kepada-Mu.
  2. 2Terima kasih karena Engkau pergi menyediakan tempat bagi kami di rumah Bapa dan berjanji datang kembali.
  3. 3Teguhkanlah pengharapan kami akan hidup kekal bersama Engkau.
  4. 4Dalam nama-Mu, amin.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiaraDoaHimneTokoh
Beranda