Tinggal di Dalam Pokok Anggur yang Benar
Ayat Firman
Yohanes 15:1-5
“Akulah pokok anggur yang benar dan Bapa-Kulah pengusahanya. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa.”
Konteks
Kita memasuki hari-hari terakhir tahun ini, dan Tuhan Yesus memulai bagian penutup ini dengan satu gambaran yang menelanjangi kesombongan manusia: ranting. Sebuah ranting tidak punya kemuliaan sendiri.
Renungan
Kita memasuki hari-hari terakhir tahun ini, dan Tuhan Yesus memulai bagian penutup ini dengan satu gambaran yang menelanjangi kesombongan manusia: ranting. Sebuah ranting tidak punya kemuliaan sendiri. Ia tidak menghasilkan getah, tidak menyimpan air, tidak memiliki akar. Seluruh hidupnya adalah hidup pinjaman dari pokok. Pak Tong sering mengingatkan bahwa dosa terbesar manusia adalah ingin menjadi pusat, ingin berdiri sendiri lepas dari Allah. Tetapi di sini Kristus berkata terus terang: "Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa." Bukan "sedikit", bukan "kurang maksimal", melainkan apa-apa. Nol.
Perhatikan satu kata yang diulang berkali-kali: tinggal. Iman Kristen bukan sekadar keputusan satu kali lalu kita pergi menjalani hidup sendiri. Iman Kristen adalah tinggal — menetap, berdiam, berakar terus-menerus di dalam Kristus. Banyak keluarga Kristen sibuk sepanjang tahun mengejar hasil, mengejar prestasi anak, mengejar keberhasilan, tetapi lupa tinggal di dalam Pokok. Akibatnya buah yang kelihatan ternyata buah plastik: indah dari luar, mati dari dalam. Tuhan tidak meminta kita memeras diri menghasilkan buah; Ia meminta kita tinggal, dan Dia yang akan menumbuhkan buah.
Di penghujung tahun ini, biarlah seluruh keluarga bertanya jujur: apakah selama ini kita hidup seperti ranting yang menempel pada Kristus, atau seperti ranting yang sudah patah namun masih pura-pura hijau? Bapa adalah pengusaha yang penuh kasih; Ia memangkas bukan untuk menyakiti tetapi supaya kita berbuah lebih banyak. Tahun yang hampir berakhir ini mungkin penuh pemangkasan — kehilangan, kekecewaan, air mata. Tetapi di tangan Sang Pengusaha, setiap luka pemangkasan adalah persiapan untuk buah yang lebih limpah pada musim berikutnya.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, Engkau Pokok Anggur yang benar dan kami hanyalah ranting yang tak berdaya.
- 2Ampunilah kami yang sering berusaha hidup di luar Engkau.
- 3Tariklah kami untuk tinggal di dalam-Mu setiap hari, supaya hidup keluarga kami berbuah bagi kemuliaan Bapa.