Kembali

Bukan Kamu yang Memilih Aku

YohanesBukan Kamu yang Memilih

Ayat Firman

Yohanes 15:16-17

Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu. Dan Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap, supaya apa yang kamu minta kepada Bapa dalam nama-Ku, diberikan-Nya kepadamu. Inilah perintah-Ku kepadamu: Kasihilah seorang akan yang lain.

Konteks

Ada satu kalimat yang menghancurkan setiap sisa kesombongan rohani kita: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." Manusia selalu ingin merasa bahwa imannya adalah hasil pilihan cerdasnya sendiri, prestasi.

Renungan

Ada satu kalimat yang menghancurkan setiap sisa kesombongan rohani kita: "Bukan kamu yang memilih Aku, tetapi Akulah yang memilih kamu." Manusia selalu ingin merasa bahwa imannya adalah hasil pilihan cerdasnya sendiri, prestasi rohaninya, kemampuannya menemukan Tuhan. Tetapi Kristus membalikkan seluruh anggapan itu. Sebelum kita mencari Dia, Dia telah memilih kita. Sebelum kita mengasihi Dia, kasih-Nya telah lebih dahulu menjamah kita. Inilah inti anugerah Reformed: keselamatan dari awal sampai akhir adalah pekerjaan Allah, bukan pekerjaan manusia.

Mengapa kebenaran ini begitu penting bagi keluarga kita? Karena ia mengubah dasar kepastian kita. Jika iman saya bergantung pada pilihan saya, maka pada hari saya lemah dan goyah, keselamatan saya pun ikut goyah. Tetapi jika dasarnya adalah pilihan Kristus atas saya, maka ketika saya lemah, pilihan-Nya tetap kokoh. Pak Tong sering berkata bahwa orang Kristen tidur dengan tenang bukan karena pegangan tangannya pada Tuhan kuat, melainkan karena pegangan tangan Tuhan padanya tidak pernah lepas.

Namun pemilihan ini bukan untuk dinikmati sendiri secara pasif. "Aku telah menetapkan kamu, supaya kamu pergi dan menghasilkan buah dan buahmu itu tetap." Dipilih berarti diutus. Keluarga yang sungguh memahami anugerah pemilihan tidak akan menjadi keluarga yang egois, tertutup, hanya memikirkan diri. Mereka diutus untuk berbuah — buah yang tetap, bukan yang hilang ketika musim berganti. Dan buah pertama itu adalah kasih: "Kasihilah seorang akan yang lain." Sungguh ajaib, anugerah yang begitu tinggi diujungnya bermuara pada hal yang begitu sederhana namun sulit: saling mengasihi dalam rumah kita sendiri.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan, terima kasih karena Engkau lebih dahulu memilih kami sebelum kami mengenal-Mu.
  2. 2Hancurkanlah kesombongan kami dan teguhkan kepastian kami pada pilihan-Mu yang tak tergoyahkan.
  3. 3Utuslah keluarga kami untuk berbuah kasih yang tetap.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda