Kembali

Inilah Anak-Ku yang Kukasihi

LukasInilah Anak-Ku yang Kukasihi

Ayat Firman

Lukas 3:21-22

Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan."

Konteks

Pada saat Yesus dibaptis, terjadi salah satu peristiwa paling agung: ketiga Pribadi Allah Tritunggal hadir secara nyata. Anak berdiri dalam air, Roh Kudus turun dalam rupa merpati, dan suara Bapa terdengar dari langit.

Renungan

Pada saat Yesus dibaptis, terjadi salah satu peristiwa paling agung: ketiga Pribadi Allah Tritunggal hadir secara nyata. Anak berdiri dalam air, Roh Kudus turun dalam rupa merpati, dan suara Bapa terdengar dari langit. Inilah salah satu penyataan Allah Tritunggal yang paling jelas dalam Injil. Allah yang kita sembah bukanlah Allah yang sendirian dan kesepian, melainkan Allah yang sejak kekekalan hidup dalam persekutuan kasih: Bapa, Anak, dan Roh Kudus.

Perhatikan bahwa peristiwa ini terjadi "ketika Yesus sedang berdoa." Sekali lagi kita melihat Yesus yang berdoa, dan pada saat doa itu langit terbuka. Doa adalah saat langit terbuka bagi kita; persekutuan dengan Bapa membuka pintu bagi pernyataan dan berkat-Nya. Keluarga yang berdoa adalah keluarga yang di atasnya langit terbuka.

Namun yang paling perlu kita renungkan adalah suara Bapa: "Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan." Perhatikan kapan suara ini terdengar — sebelum Yesus melakukan satu mukjizat pun, sebelum satu pun khotbah-Nya, di awal pelayanan-Nya. Bapa berkenan kepada Anak bukan karena prestasi-Nya, melainkan karena Ia adalah Anak yang dikasihi. Pak Tong mengingatkan bahwa di dalam Kristus, kita pun menjadi anak-anak Allah yang dikasihi. Penerimaan Bapa atas kita tidak didasarkan pada prestasi kita, melainkan pada karya Kristus. Banyak orang hidup mengejar penerimaan dan pengakuan, lelah membuktikan diri. Tetapi bagi yang ada di dalam Kristus, Bapa sudah berkata: Engkau anak-Ku yang Kukasihi. Bawa kebenaran ini ke dalam keluarga kita: anak-anak kita perlu tahu mereka dikasihi bukan karena prestasi, melainkan sebagai anak. Demikianlah kasih Bapa atas kita di dalam Kristus.

Pokok Doa

  1. 1Bapa, terima kasih karena di dalam Kristus, Anak-Mu yang Kaukasihi, kami pun Kau terima sebagai anak-anak yang dikasihi.
  2. 2Jauhkan keluarga kami dari kelelahan mengejar penerimaan, dan teguhkan kami dalam kasih-Mu.
  3. 3Bukalah langit atas rumah kami melalui doa.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda