Semalaman Ia Berdoa kepada Allah
Ayat Firman
Lukas 6:12-13
“Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah. Ketika hari siang, Ia memanggil murid-murid-Nya kepada-Nya, lalu memilih dari antara mereka dua belas orang, yang disebut-Nya rasul.”
Konteks
Sebelum mengambil keputusan penting memilih kedua belas rasul, Yesus melakukan satu hal: "semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Bukan beberapa menit, bukan doa singkat sebelum tidur, melainkan semalaman penuh. Keputusan.
Renungan
Sebelum mengambil keputusan penting memilih kedua belas rasul, Yesus melakukan satu hal: "semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah." Bukan beberapa menit, bukan doa singkat sebelum tidur, melainkan semalaman penuh. Keputusan memilih dua belas orang yang akan menjadi fondasi gereja adalah keputusan yang begitu berat sehingga Yesus mencurahkan seluruh malam dalam doa. Jika Anak Allah merasa perlu berdoa semalaman sebelum keputusan besar, betapa lebih kita yang sering mengambil keputusan penting hampir tanpa doa.
Kita perlu jujur memeriksa diri sebagai keluarga: berapa banyak keputusan besar dalam hidup kita yang kita ambil hanya dengan pertimbangan akal, perasaan, atau saran orang, tanpa sungguh-sungguh membawanya dalam doa? Pemilihan sekolah anak, pekerjaan, tempat tinggal, jodoh, keuangan — sering kita putuskan dulu, baru berdoa minta Tuhan memberkati keputusan yang sudah jadi. Pak Tong mengingatkan bahwa urutan yang benar adalah berdoa lebih dahulu, mencari kehendak Tuhan, baru memutuskan. Doa bukan stempel atas keputusan kita, melainkan pencarian kehendak Allah sebelum kita memutuskan.
Perhatikan juga apa yang dihasilkan dari doa semalaman itu: Yesus memilih dua belas orang. Bahkan di antara mereka ada Yudas yang kelak mengkhianati-Nya. Ini menunjukkan bahwa berdoa tidak berarti hidup akan mulus tanpa kesulitan; berdoa berarti kita berjalan dalam kehendak Allah, apa pun yang terjadi. Menjelang tahun baru, banyak keluarga membuat berbagai rencana dan keputusan. Marilah kita meneladani Tuhan: sebelum melangkah, kita berdoa. Bukan doa yang terburu-buru, melainkan doa yang sungguh mencari wajah Allah. Keputusan yang lahir dari doa adalah keputusan yang berakar pada kehendak Allah.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, Engkau berdoa semalaman sebelum mengambil keputusan besar.
- 2Ampunilah keluarga kami yang sering memutuskan tanpa berdoa.
- 3Ajar kami mencari kehendak-Mu lebih dahulu dalam setiap keputusan, terutama saat memasuki tahun yang baru.