Bukankah Kristus Harus Menderita?
Ayat Firman
Lukas 24:25-27
“Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.”
Konteks
Dua murid berjalan ke Emaus dengan hati yang remuk. Tuhan yang mereka harapkan sudah disalibkan, dan harapan mereka pupus.
Renungan
Dua murid berjalan ke Emaus dengan hati yang remuk. Tuhan yang mereka harapkan sudah disalibkan, dan harapan mereka pupus. Lalu Yesus yang bangkit berjalan bersama mereka, namun mata mereka terhalang sehingga tidak mengenali-Nya. Mereka menceritakan kesedihan mereka, lalu Yesus menegur: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu." Mereka bodoh bukan karena kurang informasi, melainkan karena lamban percaya kepada firman para nabi. Mereka memiliki Kitab Suci, tetapi tidak memahami isinya yang sesungguhnya.
Kemudian Yesus melakukan sesuatu yang luar biasa: "Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi." Inilah kunci untuk memahami seluruh Alkitab: semuanya bersaksi tentang Kristus. Dari kitab Kejadian sampai kitab Maleakhi, dari Musa sampai nabi-nabi, seluruh Perjanjian Lama mengarah kepada Kristus yang harus menderita dan masuk ke dalam kemuliaan. Pak Tong dengan kuat mengajarkan bahwa membaca Alkitab tanpa melihat Kristus sebagai pusatnya berarti membaca tetapi tidak mengerti. Kristus adalah kunci yang membuka seluruh isi Kitab Suci.
Perhatikan kebenaran penting ini: "Bukankah Mesias harus menderita?" Salib bukanlah kecelakaan atau kekalahan; salib adalah jalan yang sudah ditetapkan Allah dan dinubuatkan para nabi. Jalan menuju kemuliaan harus melewati penderitaan. Ini berlaku juga bagi para pengikut Kristus. Bagi keluarga kita, kebenaran ini menghibur sekaligus mengoreksi. Sepanjang tahun ini mungkin ada penderitaan yang membuat kita bingung dan kecewa, seperti dua murid Emaus. Tetapi jika kita memandang melalui kacamata firman, kita akan melihat bahwa Allah sedang bekerja, bahwa jalan kemuliaan-Nya kerap melewati salib. Marilah, di akhir tahun ini, kita membaca kembali hidup kita dalam terang Kristus, supaya hati yang lamban menjadi hati yang berkobar oleh firman.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, bukalah hati keluarga kami yang sering lamban percaya, dan tolong kami melihat Engkau sebagai pusat seluruh Kitab Suci.
- 2Ajar kami memahami bahwa jalan kemuliaan-Mu melewati salib.
- 3Buatlah hati kami berkobar oleh firman-Mu.