Semangat Bagi Rumah Allah
Ayat Firman
Yohanes 2:13-17
“Dalam Bait Suci didapati-Nya pedagang-pedagang lembu, kambing domba dan merpati, dan penukar-penukar uang duduk di situ. Ia membuat cambuk dari tali lalu mengusir mereka semua dari Bait Suci ... Maka teringatlah murid-murid-Nya, bahwa ada tertulis: "Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku."”
Konteks
Kita sering membayangkan Yesus hanya lembut dan ramah, tetapi di sini kita melihat sisi yang membuat kita gentar: Yesus membuat cambuk dan mengusir para pedagang dari Bait Allah. Mengapa Ia begitu marah?
Renungan
Kita sering membayangkan Yesus hanya lembut dan ramah, tetapi di sini kita melihat sisi yang membuat kita gentar: Yesus membuat cambuk dan mengusir para pedagang dari Bait Allah. Mengapa Ia begitu marah? Karena rumah Bapa-Nya, tempat yang dikhususkan untuk menyembah Allah, telah diubah menjadi pasar tempat orang mengejar untung. Kemarahan Yesus bukanlah ledakan emosi yang tak terkendali, melainkan kemarahan kudus terhadap pencemaran terhadap hal-hal yang kudus. Pak Tong mengingatkan bahwa kasih yang sejati kepada Allah selalu disertai kebencian terhadap apa yang mencemarkan kemuliaan-Nya.
"Cinta untuk rumah-Mu menghanguskan Aku." Inilah yang menggerakkan tindakan Yesus — semangat yang menyala-nyala bagi kemuliaan Allah. Ia tidak bisa berdiam diri ketika hal-hal yang kudus dipermainkan. Kita perlu bertanya kepada diri sendiri: apakah ada semangat seperti ini dalam hati kita? Banyak orang Kristen masa kini bersikap dingin dan acuh terhadap penghinaan atas nama Allah, tetapi sangat bersemangat ketika kepentingan diri sendiri yang tersentuh. Yesus justru menyala bagi kemuliaan Bapa.
Perjanjian Baru mengajarkan bahwa kini tubuh kita adalah bait Roh Kudus, dan keluarga Kristen adalah tempat kediaman Allah. Pertanyaannya: apakah ada "pedagang dan penukar uang" yang telah menyusup ke dalam bait hati dan rumah kita? Apakah ada hal-hal duniawi, ambisi yang kotor, kebiasaan dosa yang telah mengubah rumah doa menjadi pasar? Menjelang tahun yang baru, ini adalah saat untuk membiarkan Tuhan membersihkan bait kita. Bukan dengan tenang membiarkan dosa tinggal, melainkan dengan semangat kudus mengusir apa yang mencemarkan. Biarlah cinta kepada kemuliaan Allah menghanguskan kita juga, sehingga rumah kita sungguh menjadi tempat yang kudus bagi nama-Nya.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, nyalakanlah dalam hati keluarga kami semangat bagi kemuliaan rumah-Mu.
- 2Bersihkanlah bait hati dan rumah kami dari segala yang mencemarkan.
- 3Ajar kami mengasihi Engkau dengan sungguh dan membenci dosa yang menghina nama-Mu.