Kembali

Inilah Hidup yang Kekal: Mengenal Engkau

YohanesInilah Hidup yang Kekal:

Ayat Firman

Yohanes 17:3

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus.

Konteks

Apakah hidup yang kekal itu? Banyak orang membayangkannya sekadar sebagai hidup yang panjang tanpa akhir, suatu durasi yang tak berkesudahan.

Renungan

Apakah hidup yang kekal itu? Banyak orang membayangkannya sekadar sebagai hidup yang panjang tanpa akhir, suatu durasi yang tak berkesudahan. Tetapi Yesus memberikan definisi yang jauh lebih dalam: "Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus." Hidup kekal bukan terutama soal kuantitas waktu, melainkan kualitas relasi — yaitu mengenal Allah. Pak Tong sering menekankan bahwa inti keselamatan dan hidup kekal adalah perjumpaan dan pengenalan yang sejati akan Allah, bukan sekadar informasi tentang Allah.

Perhatikan kata "mengenal." Dalam Alkitab, mengenal bukan sekadar tahu fakta, melainkan relasi yang dekat dan intim. Banyak orang tahu tentang Allah, tetapi tidak mengenal Allah secara pribadi. Ada perbedaan besar antara mengetahui bahwa seseorang ada dan sungguh mengenal serta bergaul dengan orang itu. Hidup kekal adalah mengenal Allah dengan keakraban seorang anak terhadap Bapa. Dan pengenalan ini dimulai sekarang, bukan hanya nanti di surga. Hidup kekal sudah dimiliki orang percaya saat ini, karena ia sudah mulai mengenal Allah.

Perhatikan juga bahwa mengenal Allah tidak terpisah dari mengenal Yesus Kristus. Tidak ada jalan untuk mengenal Bapa selain melalui Anak. Mengenal Allah yang benar selalu berarti mengenal Kristus yang diutus-Nya. Bagi keluarga kita, ini adalah pertanyaan paling penting menjelang akhir tahun: bukan seberapa banyak yang telah kita capai, melainkan seberapa dalam kita mengenal Tuhan. Sepanjang tahun ini kita telah belajar banyak tentang Allah melalui renungan. Tetapi apakah pengetahuan itu telah bertumbuh menjadi pengenalan yang sejati dan intim? Hidup yang berharga bukan diukur dari panjangnya, melainkan dari kedalaman pengenalan akan Allah. Marilah, di tahun yang baru, tujuan utama keluarga kita bukan sekadar mengejar berkat, melainkan semakin mengenal Dia, sebab itulah hidup yang kekal.

Pokok Doa

  1. 1Bapa, satu-satunya Allah yang benar, inilah hidup kekal: mengenal Engkau dan Yesus Kristus yang Kauutus.
  2. 2Tariklah keluarga kami bukan hanya mengetahui tentang Engkau, melainkan sungguh mengenal Engkau secara pribadi dan intim.
  3. 3Jadikan ini kerinduan terbesar kami di tahun yang baru.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda