Sudah Selesai!
Ayat Firman
Yohanes 19:30
“Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya.”
Konteks
Yohanes 19:30 mencatat salah satu dari "Tujuh Perkataan Terakhir Yesus di Salib" dalam tradisi gereja. Kata Yunani yang diterjemahkan "Sudah selesai" adalah τετέλεσται (tetelestai) — perfect passive indicative dari τελέω (teleō, menyelesaikan/menggenapi). Perfect tense menyatakan tindakan yang selesai dengan efek yang berlanjut: "sudah selesai dan tetap selesai". Kata yang sama ditemukan pada tanda terima (kuitansi) dalam papirus Yunani kuno yang berarti "lunas dibayar". Dalam tradisi Yahudi, teks-teks tentang Hamba yang Menderita (Yes 52:13-53:12) menggunakan kata yang setara untuk menggambarkan genap/terpenuhinya misi Hamba. Bahwa Yesus "menyerahkan nyawa-Nya" (παρέδωκεν τὸ πνεῦμα, paredōken to pneuma) menggunakan kata "menyerahkan dengan sengaja" — subjek aktif, berbeda dari meninggal secara pasif. Dalam hukum Romawi, terpidana penyaliban umumnya meninggal setelah berhari-hari; kematian Yesus yang relatif cepat (6 jam) mengherankan Pilatus (Mrk 15:44). Tanggal kematian-Nya pada "hari persiapan Paskah" dalam Yohanes (19:14) bertepatan dengan saat imam besar memotong domba Paskah di Bait Suci.
Renungan
Dari kayu salib terdengar salah satu kalimat terbesar dalam sejarah keselamatan: "Sudah selesai." Dalam bahasa aslinya, ini satu kata yang berarti telah digenapi, telah lunas, telah sempurna. Ini bukan teriakan kekalahan dari orang yang menyerah; ini adalah seruan kemenangan dari Sang Penyelamat yang telah menuntaskan pekerjaan-Nya. Pekerjaan apa yang sudah selesai? Pekerjaan penebusan. Seluruh tuntutan keadilan Allah atas dosa telah dipenuhi. Utang dosa yang tidak mungkin kita bayar telah dilunasi sepenuhnya oleh Kristus. Pak Tong sering menekankan bahwa kata "sudah selesai" ini menghancurkan setiap usaha manusia untuk menambah pada karya keselamatan; tidak ada yang dapat ditambahkan pada apa yang sudah sempurna.
Perhatikan ketenangan-Nya: "Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya." Yesus tidak mati seperti korban yang nyawanya direnggut paksa; Ia menyerahkan nyawa-Nya dengan sengaja, pada waktu yang Ia tentukan, setelah karya-Nya tuntas. Ia berkuasa atas hidup dan mati-Nya sendiri. Tidak ada satu detail pun yang lepas dari kendali-Nya. Kematian-Nya adalah pemberian diri yang sukarela demi kita.
"Sudah selesai" adalah dasar kepastian iman kita. Keselamatan kita tidak bergantung pada usaha kita yang tidak pernah cukup, melainkan pada karya Kristus yang sudah sempurna. Kita tidak perlu menambah dengan amal, ritual, atau jasa sendiri; semuanya sudah dituntaskan di salib. Bagi keluarga kita, kebenaran ini membebaskan kita dari beban berusaha membenarkan diri di hadapan Allah. Apa yang tidak mungkin kita kerjakan, telah dikerjakan Kristus dengan sempurna. Di hari-hari terakhir tahun ini, ketika kita menengok semua kegagalan dan dosa kita sepanjang tahun, kita memandang salib dan mendengar: "Sudah selesai." Pengampunan kita lengkap, penebusan kita sempurna. Kita memasuki tahun baru bukan dengan beban dosa yang menumpuk, melainkan dengan jaminan bahwa di dalam Kristus, semuanya sudah selesai.
Pokok Doa
- 1Tuhan Yesus, di salib Engkau berseru "Sudah selesai" dan melunasi seluruh utang dosa kami.
- 2Terima kasih karena keselamatan kami sempurna di dalam Engkau, bukan bergantung pada usaha kami.
- 3Bebaskanlah keluarga kami dari beban dosa dan jadikan salib-Mu dasar kepastian iman kami.