Kembali

Berbahagialah yang Berlindung pada Anak

MazmurTunduk kepada Raja Mesias

Ayat Firman

Mazmur 2:10-12

Oleh sebab itu, hai raja-raja, bertindaklah bijaksana, terimalah pengajaran, hai para hakim dunia! Beribadahlah kepada TUHAN dengan takut dan ciumlah kaki-Nya dengan gemetar, supaya Ia jangan murka dan kamu binasa di jalan, sebab mudah sekali murka-Nya menyala. Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!

Konteks

Mazmur 2 menggambarkan bangsa-bangsa yang memberontak melawan TUHAN dan Mesias-Nya. Bagian penutup ini adalah seruan agar para penguasa dunia tunduk dan berlindung pada Sang Anak. Janji kebahagiaan diberikan bagi mereka yang berlindung pada-Nya.

Renungan

Mazmur 2 dibuka dengan gambaran bangsa-bangsa dan raja-raja yang gusar dan berkomplot melawan TUHAN dan "yang diurapi-Nya," yaitu Mesias. Namun Allah yang bertakhta di sorga menertawakan kesombongan mereka dan menetapkan Raja-Nya di Sion. Bagian penutup, ayat 10-12, adalah seruan nasihat: "hai raja-raja, bertindaklah bijaksana." Hikmat sejati bagi penguasa dunia adalah tunduk kepada Allah dan Mesias-Nya. "Ciumlah kaki-Nya" adalah gambaran penaklukan diri di hadapan Raja yang berdaulat. Peringatan diberikan bahwa murka-Nya mudah menyala, tetapi mazmur ditutup dengan janji manis: "Berbahagialah semua orang yang berlindung pada-Nya!"

Dalam terang Perjanjian Baru, Mesias yang dimaksud adalah Yesus Kristus, Anak Allah. Mazmur 2 dikutip berkali-kali dalam PB untuk menunjuk kepada Kristus sebagai Raja yang ditetapkan Allah. Inilah Kristologi yang dalam: Yesus bukan sekadar guru moral, melainkan Raja yang kepada-Nya seluruh bumi harus tunduk. Kedaulatan Allah Bapa dinyatakan dalam penetapan Anak sebagai Raja atas segala bangsa. Tidak ada penguasa yang berada di luar pemerintahan-Nya. Yang menakjubkan adalah bahwa Raja yang sama yang sanggup membinasakan musuh-Nya juga menawarkan perlindungan. Penghakiman dan anugerah bertemu dalam Pribadi yang sama.

Kita sering keliru menggambarkan kasih Allah seolah menghapus murka-Nya. Mazmur ini menjaga keseimbangan: ada murka yang nyata bagi pemberontak, dan ada kebahagiaan bagi yang berlindung. Berlindung pada Sang Anak bukan sekadar mengagumi-Nya dari jauh, melainkan menundukkan seluruh hidup di bawah pemerintahan-Nya. Banyak orang ingin Yesus sebagai Juruselamat tetapi menolak Dia sebagai Tuhan; mazmur ini menyatakan bahwa keduanya tak terpisahkan. Kebahagiaan sejati ditemukan justru dalam ketundukan kepada Raja, bukan dalam pemberontakan yang berkedok kebebasan.

Dalam keluarga, ajarkan anak-anak bahwa Yesus adalah Raja atas seluruh hidup mereka, bukan hanya penolong saat susah. Tunjukkan bahwa tunduk pada Kristus bukan kehilangan kebebasan, melainkan menemukan tempat berlindung yang paling aman. Ketika anak-anak bergumul dengan otoritas — orangtua, guru, hukum — gunakan kesempatan itu untuk mengajar tentang otoritas tertinggi Kristus yang penuh kasih. Doakan para pemimpin bangsa agar tunduk pada Allah, sebab mazmur ini menyeru para penguasa dunia. Tutup dengan menegaskan bahwa rumah kalian memilih berlindung pada Sang Anak, dan di dalam Dia ada kebahagiaan yang sejati dan kekal.

Pokok Doa

  1. 1Bersyukur karena Kristus adalah Raja yang menawarkan perlindungan
  2. 2Memohon hati yang tunduk pada pemerintahan Kristus dalam seluruh hidup
  3. 3Berdoa bagi para pemimpin bangsa agar tunduk kepada Allah
  4. 4Mendoakan agar keluarga kami menemukan kebahagiaan dalam berlindung pada Anak

Bahan Renungan

Apa artinya menjadikan Yesus bukan hanya Penolong, tetapi juga Raja atas hidup kita?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda