Terpujilah Nama-Nya Selama-lamanya
Ayat Firman
Mazmur 72:18-19
“Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri! Dan terpujilah kiranya nama-Nya yang mulia selama-lamanya, dan kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi. Amin, ya amin.”
Konteks
Mazmur 72 adalah doa bagi raja, yang akhirnya menunjuk kepada pemerintahan Mesias yang adil dan kekal. Bagian penutup ini adalah doksologi yang memuji Allah pelaku perbuatan ajaib. Kerinduan terbesarnya adalah kemuliaan Allah memenuhi seluruh bumi.
Renungan
Mazmur 72 adalah doa untuk raja, kemungkinan dinaikkan oleh Daud bagi Salomo, tetapi melampaui raja mana pun menuju gambaran Mesias yang memerintah dengan keadilan, membela yang miskin, dan kekuasaan-Nya meluas ke seluruh bumi. Bagian penutup, ayat 18-19, adalah doksologi yang juga menutup Jilid Kedua Kitab Mazmur. "Terpujilah TUHAN, Allah Israel, yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri!" Frasa "seorang diri" sangat penting — Allah melakukan perbuatan ajaib tanpa bantuan siapa pun. Tidak ada sekutu, tidak ada penolong yang Dia butuhkan. Lalu muncul kerinduan agung: "kiranya kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi." Mazmur ditutup dengan penegasan ganda "Amin, ya amin" — sebuah peneguhan iman yang mantap.
Frasa "yang melakukan perbuatan yang ajaib seorang diri" menyatakan doktrin tentang kemandirian Allah (aseity) dan kemahakuasaan-Nya. Allah tidak bergantung pada apa pun di luar diri-Nya untuk melakukan karya-Nya. Penciptaan, penebusan, dan pemeliharaan semuanya adalah karya Allah sendiri. Bahkan keselamatan kita adalah perbuatan ajaib yang Allah lakukan sendiri — kita tidak menyumbang apa pun. Inilah dasar bagi soli Deo gloria, kemuliaan hanya bagi Allah, sebab Dialah satu-satunya pelaku karya agung. Kerinduan agar "kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi" adalah visi eskatologis yang akan tergenapi sempurna ketika Kristus memerintah, dan seluruh ciptaan mengakui kemuliaan Allah.
Kita kadang ingin merasa diri menyumbang pada karya Allah, seolah Allah membutuhkan kita untuk berhasil. Mazmur ini mengoreksi: Allah melakukan perbuatan ajaib "seorang diri." Memang Allah berkenan memakai kita sebagai alat, tetapi itu adalah anugerah, bukan kebutuhan-Nya. Pemahaman ini melahirkan kerendahan hati sekaligus penghiburan: karya Allah tidak akan gagal karena kelemahan kita, sebab Dia tidak bergantung pada kita. Selain itu, doksologi ini mengoreksi fokus kita yang sering tertuju pada berkat-berkat pribadi. Kerinduan tertinggi seharusnya adalah "kemuliaan-Nya memenuhi seluruh bumi" — visi yang melampaui kepentingan diri menuju kemuliaan Allah secara global.
Dalam keluarga, ajarkan anak-anak untuk memuji Allah atas perbuatan-perbuatan ajaib-Nya. Ceritakan kisah-kisah karya Allah dalam Alkitab dan dalam hidup keluarga kalian, lalu naikkan pujian bersama. Tanamkan visi yang besar: bukan hanya berdoa untuk kebutuhan keluarga, tetapi juga merindukan agar kemuliaan Allah memenuhi seluruh bumi. Ini melatih anak-anak memiliki hati misioner sejak kecil. Latih mereka mengakhiri doa dengan "Amin, ya amin" yang penuh keyakinan, sebagai peneguhan iman bahwa Allah akan menggenapi kemuliaan-Nya. Biarlah doksologi ini menjadi nada penutup ibadah keluarga: bukan tentang kita, melainkan tentang kemuliaan Allah yang kekal dan memenuhi seluruh bumi.
Pokok Doa
- 1Bersyukur atas perbuatan ajaib yang Allah lakukan seorang diri
- 2Memohon hati yang merindukan kemuliaan Allah lebih dari kepentingan sendiri
- 3Berdoa agar kemuliaan Allah memenuhi seluruh bumi
- 4Mendoakan agar keluarga kami memiliki visi misioner sejak dini
Bahan Renungan
Perbuatan ajaib apa yang sudah Allah lakukan dalam keluarga kita, dan bagaimana itu memuliakan Dia?