Kembali

Bagaimana Kubalas Kebaikan Tuhan

MazmurSyukur dan Respons kepada Anugerah

Ayat Firman

Mazmur 116:12-19

Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku? Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN.

Konteks

Dalam bagian kedua Mazmur 116, pemazmur mengajukan pertanyaan yang tidak bisa dijawab secara penuh: "Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN?" Pertanyaan retoris ini bukan ungkapan putus asa, melainkan pengakuan bahwa anugerah Allah tidak dapat diimbangi oleh apapun yang manusia berikan. Respons yang tersedia adalah penyembahan, syukur, dan kesetiaan kepada janji.

Renungan

Pertanyaan di ayat 12—"Bagaimana akan kubalas kepada TUHAN segala kebajikan-Nya kepadaku?"—adalah pertanyaan yang paling jujur yang bisa diajukan oleh manusia yang diselamatkan oleh anugerah. Dalam doktrin Reformed tentang keselamatan, ketika seseorang mulai sungguh-sungguh mengerti apa yang Allah telah lakukan baginya dalam Kristus, satu-satunya respons yang masuk akal adalah kekaguman yang terdiam. Tidak ada yang bisa kita berikan yang akan "membayar" kasih yang sebesar itu. Paulus merasakannya ketika menulis Roma 11:35: "Siapakah yang lebih dahulu memberi kepada-Nya, sehingga Ia harus membayar kembali?"

Namun pemazmur tidak berhenti dalam keheningan yang terpaku. Ia menemukan jawaban praktis: "Aku akan mengangkat piala keselamatan, dan akan menyerukan nama TUHAN" (ay. 13). Piala keselamatan adalah metafora untuk menerima apa yang Allah berikan dan mengakuinya secara terbuka di hadapan sesama. Kemudian di ayat 14: "Aku akan membayar nazarku kepada TUHAN di depan seluruh umat-Nya." Keterbukaan di hadapan komunitas orang percaya adalah bagian dari respons syukur yang sejati. Anugerah yang diterima secara pribadi tidak boleh disimpan sendiri—ia harus dinyatakan dan dibagikan.

Ada bahaya ganda yang perlu dihindari di sini. Pertama, kesombongan rohani yang merasa telah "membayar" cukup kepada Allah melalui pelayanan, persembahan, atau ketaatan—seolah-olah kita bisa menyeimbangkan neraca dengan Allah. Kedua, pasivitas rohani yang berargumen bahwa karena anugerah gratis, tidak ada yang perlu kita lakukan. Kedua ekstrem ini adalah penyimpangan. Anugerah sejati—yang dipahami bukan sebagai konsep tetapi sebagai realitas yang mengubah hidup—selalu menghasilkan respons. Bukan respons yang membayar hutang, tetapi respons yang mengalir dari hati yang penuh syukur. Calvin menyebutnya sebagai hidup dalam "ingratitudine"—rasa tidak tahu syukur—sebagai salah satu dosa terbesar seorang Kristen.

Ayat 15 menyebutkan sesuatu yang sering diabaikan: "Berhargalah di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya." Ini bukan merayakan kematian, tetapi menegaskan bahwa Allah sangat memperhatikan kehidupan setiap orang yang menjadi milik-Nya. Kematian orang benar tidak luput dari perhatian Allah—setiap napas terakhir orang yang dikasihi-Nya diperhitungkan di hadapan-Nya. Kesadaran ini memberikan ketenangan yang luar biasa di tengah ketidakpastian hidup. Kita tidak hanya hidup di dalam pemeliharaan Allah, kita juga mati di dalam pelukan tangan-Nya.

Pokok Doa

  1. 1Bersyukur bahwa Allah tidak menuntut "pembayaran" atas anugerah-Nya—bahwa keselamatan adalah karunia cuma-cuma yang tidak bisa diperoleh maupun dibayar kembali oleh usaha manusia.
  2. 2Mohon agar rasa syukur atas anugerah Allah mengalir secara alami menjadi ketaatan yang gembira, persembahan yang murah hati, dan kesaksian yang terbuka—bukan sebagai usaha "membalas," tetapi sebagai ekspresi hati yang penuh.
  3. 3Berdoa agar kita tidak jatuh ke dalam "ingratitudine"—rasa tidak tahu syukur yang menganggap anugerah Allah sebagai sesuatu yang biasa dan tidak perlu direspons.
  4. 4Mohon anugerah untuk memenuhi janji-janji yang telah kita buat kepada Tuhan—baik dalam pelayanan, keuangan, maupun komitmen rohani—dengan setia dan sukacita.

Bahan Renungan

Ketika Anda merenungkan semua yang Allah telah lakukan bagi Anda dalam Kristus, apakah respons konkret yang paling ingin Anda persembahkan kepada-Nya dalam musim hidup Anda saat ini—dan apa yang menghalangi Anda dari melakukannya?

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiara
Beranda