Kembali

Aku Akan Menarik Semua Orang Datang kepada-Ku

YohanesAku Akan Menarik Semua

Ayat Firman

Yohanes 12:32

dan Aku, apabila Aku ditinggikan dari bumi, Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku.

Konteks

Yohanes 12:32 adalah bagian dari respons Yesus terhadap permintaan orang-orang Yunani yang ingin bertemu Dia (12:20-21). Kata "ditinggikan" (ὑψωθῶ, hypsōthō) adalah kata kunci dalam teologi Yohanes: Yesus menggunakannya tiga kali (3:14; 8:28; 12:32) untuk menggambarkan kematian-Nya di salib dengan menggemakan kisah ular tembaga yang "ditinggikan" Musa di padang gurun (Bil 21:9). Dalam tradisi Yahudi, ular tembaga melambangkan hukuman yang diambil alih oleh seseorang untuk menyelamatkan yang lain. Kata "menarik" (ἑλκύσω, helkysō) dalam bahasa Yunani bermakna tarikan yang kuat, bahkan pemaksaan — Yesus menggunakan kata yang sama dalam 6:44 ("Bapa yang mengutus Aku menarik dia"). Frasa "semua orang" (πάντας, pantas) dipahami berbeda-beda: universalis melihat ini sebagai jaminan keselamatan semua orang; yang lain melihatnya sebagai "semua macam orang" dari segala bangsa (bukan hanya Israel, dikonfirmasi oleh konteks kedatangan orang Yunani). Kematian Yesus di salib sebagai "peninggian" menolak rasa malu dan kehinaan yang dikaitkan dengan eksekusi salib dalam budaya Romawi (salib dianggap mors turpissima — kematian paling memalukan).

Renungan

Yesus berbicara tentang kematian-Nya dengan ungkapan yang penuh makna: "ditinggikan dari bumi." Ini menunjuk pada salib — Ia akan diangkat di atas kayu salib. Namun kata "ditinggikan" juga mengandung makna lain: peninggian, kemuliaan. Inilah paradoks Injil yang agung: justru pada saat Yesus tampak paling direndahkan, tergantung hina di kayu salib, di situlah Ia paling ditinggikan. Salib yang dimaksud manusia untuk mempermalukan-Nya justru menjadi takhta kemenangan-Nya. Pak Tong sering menjelaskan bahwa di mata dunia salib adalah kekalahan, tetapi di mata Allah salib adalah kemuliaan tertinggi karena di sanalah kasih dan keadilan Allah bertemu sempurna.

"Aku akan menarik semua orang datang kepada-Ku." Perhatikan kuasa salib. Salib bukan sekadar peristiwa sejarah yang lewat; salib memiliki daya tarik yang terus bekerja sampai hari ini. Dari salib itu, Kristus menarik manusia dari segala bangsa, suku, dan bahasa kepada diri-Nya. Bukan kefasihan kita yang menarik orang kepada Kristus, melainkan Kristus yang ditinggikan di salib. Inilah sebabnya pemberitaan Injil harus selalu berpusat pada salib; di situlah letak kuasanya yang menarik jiwa.

Bagi keluarga kita, ayat ini menjadi sumber harapan dalam doa dan kesaksian. Mungkin ada anggota keluarga yang belum percaya, yang hatinya keras dan jauh dari Tuhan. Kita mungkin sudah berusaha dan merasa lelah. Tetapi ingatlah: yang menarik bukan kita, melainkan Kristus yang ditinggikan. Tugas kita adalah meninggikan Kristus — dalam hidup, dalam doa, dalam kesaksian — dan biarkan Ia yang menarik. Salib memiliki kuasa yang tidak kita miliki. Menjelang tahun baru, marilah keluarga kita terus meninggikan Kristus yang tersalib, dengan keyakinan bahwa daya tarik salib-Nya sanggup menjangkau hati yang paling jauh sekalipun. Tinggikanlah Dia, dan Ia akan menarik.

Pokok Doa

  1. 1Tuhan Yesus, Engkau ditinggikan di salib dan dari sana Engkau menarik semua orang kepada-Mu.
  2. 2Ajar keluarga kami meninggikan Engkau dalam hidup dan kesaksian.
  3. 3Tariklah hati anggota keluarga dan orang-orang yang belum mengenal-Mu kepada salib-Mu.

Navigasi

BerandaArsipPenandaTentangMutiaraDoaHimneTokoh
Beranda